Posted by: Indonesian Children | September 2, 2009

OBAT YANG SERING DIPAKAI PENDERITA ALERGI : ADRENERGIK

 

Obat ini disebut juga golongan simpatomimetik amin. Efeknya paling sedikit melalui 2 sistem yang berbeda. Reseptor adrenergik α berperan dalam konstriksi otot polos arteri, vena, bronkus, sfingter kandung kencing serta relaksasi otot usus halus. Reseptor adrenergik β berperan sebaliknya dalam relasaksi otot polos bronkus, uterus, dan pembuluh darah.

                Konsep adrenergik β telah membedakan agonis β1 yang menimbulkan lipolisis dan stimulasi jantung serta agonis β2 yang berperan pada bronkodilatasi, vasodilatasi, inhibisi pelepasan histamin, tremor otot rangka.

 

Agonis Adrenergik α

Obat ini terutama dipakai sebagai dekongestan hidung karena efek vasokonstriksinya pada arteriol mukosa hidung yang melebar sehinga memperbaiki ventilasi nasal dan jalan sinus.  Indikasi diberikan sebagai dekongestan hidung hanya memperbaiki gejala sementara pada rinitis alergik, vasomotor atau infeksi. Efeknya dapat membantu kerja antibiotik pada otitis media. Indikasi lain adalah pada otitis media serosa untuk menghilangkan obstruksi pada ostia tuba Eustachii.  Pada waktu akut diberikan dalam bentuk dekongestan topikal (uap, semprotan, atau tetes); lebih efektif darpada preparat oral. Diberikan tidak lebih dari lima hari. Pada keadaan yang kronis diberikan preparat oral, karena pemberian topikal lebih dari lima hari sel menimbulkan efek kebalikan.

 

 

Agonis Adrenergik β

Banyak dipakai pada pengobatan asma karena kemampuannya menimbulkan bronkodilatasi melalui reseptor beta adrenergik di paru.  Mengaktifkan kompleks reseptor β-adenil siklase yang mengkatalisasi produksi adenosine monofosfat (AMP) dari adenosine trifosfat (ATP), hingga mengakibatkan peningkatan kadar cAMP dalam sel yang menyebabkan relaksasi otot polos bronkus. Efek ini menyebabkan stabilisasi sel mast sehingga dapat mencegah pelepasan mediator kimia.  Katekolamin seperti epinefrin, selproterenol dan isoetarin tidak efektif diberikan peroral oleh karena perusakan yang sangat cepat di saluran cerna. Nonkatekolamin sebaliknya dari katekolamin, jenis ini efektif bila diberikan peroral dan dapat bekerja lebih lama oleh karena lebih tahan terhadap enzim yang ada di saluran cerna. Contohnya metaproterenol, terbutalin, fenoterol.  Obat agonis β sel menimbulkan takikardia, palpitasi, gelisah, tremor, nausea. dan muntah; kadang pusing, lemas, keringat dingin, dan sakit prekordial. Jangan dipakai berlebihan terutama dalam bentuk inhalasi. Hindari pemakaian adrenergik β nonselektif pada pasien dengan hipertensi, tirotoksikosis, dan penyakit jantung. Dalam hal tersebut pakailah agonis selektif β2 dan lebih baik lagi secara inhalasi. Agonis adrenergik β2 secara inhalasi dapat menimbulkan efek samping yang kurang dibandingkan dengan pemakaian sistemik yang sering menimbulkan tremor dan palpitasi.  Untuk mengatasi serangan asma akut dan mencegah exercise induced asthma.

Salbutamol

Salbutamol merupakan salah satu bronkodilator yang paling aman dan paling efektif. Tidak salah jika obat ini banyak digunakan untuk pengobatan asma. Selain untuk membuka saluran pernafasan yang menyempit, obat ini juga efektif untuk mencegah timbulnya exercise-induced broncospasm (penyempitan saluran pernafasan akibat olahraga). Saat ini, salbutamol telah banyak beredar di pasaran dengan berbagai merk dagang, antara lain: Asmacare, Bronchosal, Buventol Easyhaler, Glisend, Ventolin, Venasma, Volmax, dll. Selain itu, salbutamol juga telah tersedia dalam berbagai bentuk sediaan mulai dari sediaan oral (tablet, sirup, kapsul), inhalasi aerosol, inhalasi cair sampai injeksi. Adapun dosis yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

Sediaan oral

Anak < 2 tahun : 200 mcg/kg BB diminum 4 kali sehari

Anak 2-6 tahun : 1-2 mg 3-4 kali sehari

Anak 6-12 tahun : 2 mg diminum 3-4 kali sehari

Dewasa            : 4 mg diminum 3-4 kali sehari, dosis maksimal 1 kali minum sebesar 8 mg

      Catatan : dosis awal untuk usia lanjut dan penderita yang sensitif sebesar 2 mg

Inhalasi aerosol

  • Anak    : 100 mcg (1 hisapan) dan dapat dinaikkan menjadi 200 mcg (2 hisapan) bila perlu.
  • Dewasa : 100-200 mcg (1-2 hisapan), 3-4 kali sehari

Inhalasi cair

  • Dewasa dan anak >18 bulan : 2,5 mg diberikan sampai 4 kali sehari atau 5 kali bila perlu.
  • Catatan : manfaat terapi ini pada anak < 18 bulan masih diragukan.

subkutan atau intramuscular

  • Dosis : 500 mcg diulang tiap 4 jam bila perlu

Injeksi intravena lambat

  • Dosis : 250 mcg, diulang bila perlu

            Kontraindikasi dari obat ini adalah untuk penderita yang hipersensitif terhadap salbutamol maupun salah satu bahan yang terkandung di dalamnya. Adapun efek samping yang mungkin timbul karena pamakaian salbutamol, antara lain: gangguan sistem saraf (gelisah, gemetar, pusing, sakit kepala, kejang, insomnia); nyeri dada; mual, muntah; diare; anorexia; mulut kering; iritasi tenggorokan; batuk; gatal; dan ruam pada kulit (skin rush).  Untuk penderita asma yang disertai dengan penyakit lainnya seperti: hipertiroidisme, diabetes mellitus, gangguan jantung termasuk insufisiensi miokard maupun hipertensi, perlu adanya pengawasan yang lebih ketat karena penggunaan salbutamol bisa memperparah keadaan dan meningkatkan resiko efek samping. Pengawasan juga perlu dilakukan pada penderita asma yang sedang hamil dan menyusui karena salbutamol dapat menembus sawar plasenta. Untuk meminimalkan efek samping maka untuk wanita hamil, sediaan inhalasi aeorosol bisa dijadikan pilihan pertama. Penggunaan salbutamol dalam bentuk sediaan oral pada usia lanjut sebaiknya dihindari mengingat efek samping yang mungkin muncul.

            Arus diwaspadai dalam keadaan

  • memiliki riwayat alergi terhadap salbutamol atau bahan-bahan lain yang terkandung di dalamnya. Untuk sediaan oral, sebaiknya diminum 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan.
  • Telan tablet salbutamol dan jangan memecah maupun mengunyahnya.
  • Sebaiknya berkumur setiap kali sehabis mengkonsumsi salbutamol supaya tenggorokan dan mulut tidak kering.
  • Jika dibutuhkan lebih dari 1 hisapan dalam sekali pemakaian, maka beri jarak waktu minimal 1 menit untuk setiap hisapan.
  • Simpan obat pada suhu kamar agar stabil (aerosol: 15-25o C; inhalasi cair: 2-25o C dan sirup: 2-30o C)
  • Jika ada dosis yang terlewat, segera minum salbutamol yang terlewat. Namun jika waktu yang ada hampir mendekati waktu pengonsumsian selanjutnya, lewati pengonsumsian yang tertinggal kemudian lanjutkan mengkonsumsi salbutamol seperti biasa. Jangan pernah mengkonsumsi 2 dosis dalam sekali pemakaian.
  • Obat-obat golongan beta blocker, seperti: propanolol, metoprolol, atenolol, dll bisa menurunkan efek salbutamol.
  • Penggunaan salbutamol dosis tinggi bersamaan dengan kortikosteroid dosis tinggi akan meningkatkan resiko hipokalemia.
  • Asetazolamid, diuretik kuat dan thiazida dosis tinggi akan meningkatkan resiko hipokalemia jika diberikan bersamaan dengan salbutamol dosis tinggi pula.
  • Penggunaan salbutamol bersama dengan obat golongan MAO-inhibitor (misal: isocarboxazid, phenelzine) bisa menimbulkan reaksi yang serius. Hindari pemakaian obat-obat golongan ini 2 minggu sebelum, selama maupun sesudah konsumsi salbutamol.

 

Provided by
children’s ALLERGY CLINIC

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

htpp://www.childrenallergyclinic.wordpress.com/ 

 

Clinical and Editor in Chief :

WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

 

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider.

Copyright © 2009, Children Allergy Clinic Information Education Network. All rights reserved.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 127 other followers

%d bloggers like this: