Posted by: Indonesian Children | October 23, 2010

Artritis Reumatoid dan Alergi makanan atau Hipersensitifitas Makanan

Artritis Reumatoid dan Alergi makanan atau Hipersensitifitas Makanan

Abstract

There is evidence from several well documented case reports that occasional patients with rheumatoid arthritis (RA) may develop aggravation of their arthritis as a result of allergy to some ingredient in the diet. A variety of foodstuffs have been implicated including milk and milk products, corn and cereals. Total fasting results in improvement in rheumatoid arthritis, but appears to be mediated by diminution in production of chemical mediators of inflammation, rather than by elimination of a dietary allergen. There is conflicting evidence from studies using various intestinal probes that patients with rheumatoid arthritis may have a ‘leaky’ intestinal mucosa allowing food allergens to be more easily absorbed. Clinical therapeutic trials of exclusion diets have employed the standard strategy of the double-blind randomized method. However, this presupposes that patients entered into such a study are capable of improvement with dietary manipulation

Artritis Reumatoid  merupakan penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, yang ditandai dengan radang pada membran sinovial dan struktur-struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa manifestasi klionis atau gangguan rematoid artritis berhubungan dengan alergi makanan dan hipersesitifitas makanan

Artritis reumatoid (Rheumatoid Arthritis, RA) merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, yang ditandai dengan radang pada membran sinovial dan struktur-struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang. Pada Gambar 1, ditunjukkan bahwa RA dapat mengakibatkan nyeri, kemerahan, bengkok dan panas di sekitar sendi. Berdasarkan studi, RA lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria dengan rasio kejadian 3 : 1.

Umumnya penyakit ini menyerang pada sendi-sendi bagian jari, pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yang lain yaitu berupa demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemah dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus Rheumatoid Arthritis diderita pada usia di atas 18 tahun dan berkisar 0,1% sampai dengan 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia.

Artritis Reumatoid Juvenil (ARJ) adalah salah satu penyakit Reumatoid yang paling sering pada anak, dan merupakan kelainan yang paling sering menyebabkan kecacatan. Ditandai dengan kelainan karakteristik yaitu sinovitis idiopatik dari sendi kecil, disertai dengan pembengkakan dan efusi sendi. Ada 3 tipe ARJ menurut awal penyakitnya yaitu: oligoartritis (pauciarticular disease), poliartritis dan sistemik.

Penyakit reumatik merupakan sekelompok penyakit yang sebelumnya dikenal sebagai penyakit jaringan ikat. Menurut kriteria American Rheumatism Association (ARA) artritis reumatoid juvenil (ARJ) merupakan penyakit reumatik yang termasuk ke dalam kelompok penyakit jaringan ikat yang terdiri lagi dari beberapa penyakit. Penderita RA selalu menunjukkan gejala ritme sirkadia dari sistem kekebalan neuroindokrin.

Tanda dan Gejala Penyakit reumatik Pada dewasa

RA umumnya ditandai dengan adanya beberapa gejala yang berlangsung selama minimal 6 minggu, yaitu :

  1. Kekakuan pada dan sekitar sendi yang berlangsung sekitar 30-60 menit di pagi hari
  2. Bengkak pada 3 atau lebih sendi pada saat yang bersamaan
  3. Bengkak dan nyeri umumnya terjadi pada sendi-sendi tangan
  4. Bengkak dan nyeri umumnya terjadi dengan pola yang simetris (nyeri pada sendi yang sama di kedua sisi tubuh) dan umumnya menyerang sendi pergelangan tangan

Pada tahap yang lebih lanjut, RA dapat dikarakterisasi juga dengan adanya nodul-nodul rheumatoid, konsentrasi rheumatoid factor (RF) yang abnormal dan perubahan radiografi yang meliputi erosi tulang.

Manifestasi Klinis Artritis Reumatoid Juvenil (ARJ)

  • Artritis  adalah gejala klinis utama yang terlihat secara obyektif. Ditandai dengan salah satu dari gejala pembengkakan  atau efusi sendi, atau paling sedikit 2 dari 3 gejala peradangan yaitu gerakan yang terbatas, nyeri jika digerakkan dan panas. Nyeri atau sakit biasanya tidak begitu menonjol. Pada  anak kecil, yang lebih jelas adalah kekakuan sendi pada pergerakan, terutama pada pagi  (morning stiffness).
  • Tipe onset poliartritis   Terdapat pada penderita yang menunjukkan gejala arthritis pada lebih dari 4 sendi, sedangkan tipe onset oligoartritis 4 sendi atau kurang. Pada tipe oligoartritis sendi besar lebih sering terkena dan biasanya pada sendi tungkai. Pada tipe poliartritis lebih sering terdapat pada sendi-sendi jari dan biasanya simetris, bisa juga pada sendi lutut, pergelangan kaki, dan siku.
  • Tipe onset sistemik  Ditandai dengan demam intermiten dengan puncak tunggal atau ganda, lebih dari 39o C selama 2 minggu atau lebih, artritis disertai kelainan sistemik lain berupa ruam rematoid serta kelainan viseral misalnya hepatosplenomegali, serositis atau limfadenopati

Amati Tanda dan gejala gangguan saluran cerna yang lain karena alergi dan hipersensitif makanan (Gastrointestinal Hipersensitivity) (Gejala Gangguan Fungsi saluran cerna yang ada selama ini sering dianggap normal)

Pada anak yang lebih besar :

  1. Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari.
  2. Sering Buang Air Besar (BAB)  3 kali/hari atau lebih, sulit BAB sering ngeden kesakitan saat BAB (obstipasi). Kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, warna hitam, hijau dan bau tajam. sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT, tidur malam nungging (biasanya karena perut tidak nyaman)
  3. Nyeri gigi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.  
MANIFESTASI KLINIS YANG SERING MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN PADA ANAK DAN DEWASA
  • SALURAN NAPAS DAN HIDUNG : Batuk / pilek lama (>2 minggu), ASMA, bersin, hidung buntu, terutama malam dan pagi hari. MIMISAN, suara serak, SINUSITIS, sering menarik napas dalam.
  • KULIT : Kulit timbul BISUL, kemerahan, bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Warna putih pada kulit seperti ”panu”. Sering menggosok mata, hidung, telinga, sering menarik atau memegang alat kelamin karena gatal. Kotoran telinga berlebihan, sedikit berbau, sakit telinga bila ditekan (otitis eksterna).
  • SALURAN CERNA : Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari. Sering Buang Air Besar (BAB)  3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT.
  • GIGI DAN MULUT : Nyeri gigi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.
  • PEMBULUH DARAH Vaskulitis (pembuluh darah kecil pecah) : sering LEBAM KEBIRUAN pada tulang kering kaki atau pipi atas seperti bekas terbentur. Berdebar-debar, mudah pingsan, tekanan darah rendah.
  • OTOT DAN TULANG : nyeri kaki atau kadang  tangan, sering minta dipijat terutama saat malam hari. Kadang nyeri dada
  • SALURAN KENCING : Sering minta kencing, BED WETTING (semalam  ngompol 2-3 kali)
  • MATA : Mata gatal, timbul bintil di kelopak mata (hordeolum). Kulit hitam di area bawah kelopak mata. memakai kaca mata (silindris) sejak usia 6-12 tahun.
  • HORMONAL : rambut berlebihan di kaki atau tangan, keputihan, gangguan pertumbuhan tinggi badan.
  • Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam/ac). Keringat  berbau.
  • FATIQUE :  mudah lelah, sering minta gendong
 
GANGGUAN PERILAKU YANG SERING MENYERTAI PENDERITA ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN PADA ANAK
  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam & EEG normal).
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Mata bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang, membentur benturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.
  • AGRESIF MENINGKAT sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)
  • GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu  tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK TAMPAK CERDAS
  • EMOSI TINGGI (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, negatifisme
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”. 
  • GANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (mudah silau), perabaan telapak kaki dan tangan sensitif  (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan bianatang berbulu)
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : TERLAMBAT BICARA, bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH, tidak bisa  makan makanan berserat (daging sapi, sayur, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.
  • IMPULSIF : banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain
  • AUTIS dan ADHD (Alergi dan hipersensititas makanan bukan penyebab Autis atau ADHD tetapi hanya memperberat gejalanya)
KOMPLIKASI  SERING MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN PADA ANAK
  • Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali)
  • Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR) hindari operasi amandel yang tidak perlu  atau mengalami Infeksi Telinga
  • Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT TERLALU SERING. 
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING.  Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan 
  • SERING TERJADI OVERDIAGNOSIS TBC  (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”)  KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAK BILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA  
  • MAKAN BERLEBIHAN KEGEMUKAN atau OBESITAS
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN
 
Bila tanda dan gejala  Artritis Reumatoid tersebut disertai beberapa tanda, gejala atau komplikasi alergi dan hipersensitifitas makanan tersebut (khususnya gangguan saluran cerna) maka sangat mungkin Artritis Reumatoid tersebut dapat juga dipengaruhi oleh  alergi atau hipersenitifitas makanan.
Penyebab lain yang memperberat   gejala  Artritis Reumatoid adalah saat anak terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek atau muntah dan infeksi lainnya 
  
Memastikan Diagnosis
  • Diagnosis Gangguan gejala  Artritis Reumatoid yang  dipengaruhi alergi atau hipersensitif makanan dibuat bukan dengan tes alergi tetapi berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat penyakit penderita) dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi dan dengan eliminasi dan provokasi.
  • Untuk memastikan makanan penyebab alergi dan hipersensitifitas makanan harus menggunakan Provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit.
  • Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy clinic Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana”. Bila setelah dilakukan eliminasi beberapa penyebab alergi makanan selama 3 minggu didapatkan perbaikan dalam gangguan muntah tersebut, maka dapat dipastikan penyebabnya adalah alergi makanan.
  • Pemeriksaan standar yang dipakai oleh para ahli alergi untuk mengetahui penyebab alergi adalah dengan tes kulit. Tes kulit ini bisa terdari tes gores, tes tusuk atau tes suntik. PEMERIKSAAN INI HANYA MEMASTIKAN ADANYA ALERGI ATAU TIDAK, BUKAN UNTUK MEMASTIKAN PENYEBAB ALERGI. Pemeriksaan ini mempunyai sensitifitas yang cukup baik, tetapi sayangnya spesifitasnya rendah. Sehingga seringkali terdapat false negatif, artinya hasil negatif belum tentu bukan penyebab alergi. Karena hal inilah maka sebaiknya tidak membolehkan makan makanan penyebab alergi hanya berdasarkan tes kulit ini.  
  • Dalam waktu terakhir ini sering dipakai alat diagnosis yang masih sangat kontroversial atau ”unproven diagnosis”. Terdapat berbagai pemeriksaan dan tes untuk mengetahui penyebab alergi dengan akurasi yang sangat bervariasi. Secara ilmiah pemeriksaan ini masih tidak terbukti baik sebagai alat diagnosis. Pada umumnya pemeriksaan tersebut mempunyai spesifitas dan sensitifitas yang sangat rendah. Bahkan beberapa organisasi profesi alergi dunia tidak merekomendasikan penggunaan alat tersebut. Yang menjadi perhatian oraganisasi profesi tersebut bukan hanya karena masalah mahalnya harga alat diagnostik tersebut tetapi ternyata juga sering menyesatkan penderita alergi yang sering memperberat permasalahan alergi yang ada
  • Namun pemeriksaan ini masih banyak dipakai oleh praktisi kesehatan atau dokter. Di bidang kedokteran pemeriksaan tersebut belum terbukti secara klinis sebagai alat diagnosis karena sensitifitas dan spesifitasnya tidak terlalu baik. Beberapa pemeriksaan diagnosis yang kontroversial tersebut adalah Applied Kinesiology, VEGA Testing (Electrodermal Test, BIORESONANSI), Hair Analysis Testing in Allergy, Auriculo-cardiac reflex, Provocation-Neutralisation Tests, Nampudripad’s Allergy Elimination Technique (NAET), Beware of anecdotal and unsubstantiated allergy tests.

 PENATALAKSANAAN 

  • Penanganan  Gangguan gejala  Artritis Reumatoid yang dipengaruhi alergi dan hipersensitifitas makanan pada anak haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut.    
  • Penghindaran makanan penyebab alergi pada anak harus dicermati secara benar, karena beresiko untuk terjadi gangguan gizi. Sehingga orang tua penderita harus diberitahu tentang makanan pengganti yang tak kalah kandungan gizinya dibandingklan dengan makanan penyebab alergi. Penghindaran terhadap susu sapi dapat diganti dengan susu soya, formula hidrolisat kasein atau hidrolisat whey., meskipun anak alergi terhadap susu sapi 30% diantaranya alergi terhadap susu soya. Sayur dapat dipakai sebagai pengganti buah. Tahu, tempe, daging sapi atau daging kambing dapat dipakai sebagai pengganti telur, ayam atau ikan. Pemberian makanan jadi atau di rumah makan harus dibiasakan mengetahui kandungan isi makanan atau membaca label makanan.  
  • Obat-obatan anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara bahkan dlamkeadaan tertentu seringkali tidak bermanfaat, umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih menjadi kontroversi hingga sekarang.  
  • Pengobatan Gangguan gejala  Artritis Reumatoid yang dipengaruhi alergi dan hipersensitifitas makanan pada anak yang baik adalah dengan menanggulangi penyebabnya. Bila gangguan sulit makan yang dialami disebabkan karena gangguan alergi dan hipersensitifitas makanan, penanganan terbaik adalah menunda atau menghindari makanan sebagai penyebab tersebut.    
  • Konsumsi obat-obatan saluran cerna atau pencahar, pola makan serat, buah dan air putih banyak, terapi tradisional ataupun beberapa cara dan strategi untuk menangani Gangguan Buang Air Besar (Konstipasi) Pada Anak tidak akan berhasil selama penyebab utama  alergi dan hipersensitifitas makanan tidak diperbaiki.

PENATALAKSANAAN KHUSUS

  • Pengobatan utama adalah suportif. Tujuan utama adalah mengendalikan gejala klinis, mencegah deformitas, meningkatkan kualitas hidup.
  • Garis besar pengobatan  Meliputi :
  1. Program dasar yaitu pemberian : Asam asetil salisilat; Keseimbangan aktifitas dan istirahat; Fisioterapi dan latihan; Pendidikan keluarga dan penderita; Keterlibatan sekolah dan lingkungan;
  2. Obat anti-inflamasi non steroid yang lain, yaitu Tolmetindan Naproksen
  3. Obat steroid intra-artikuler;
  4. Perawatan Rumah Sakit
  5. Pembedahan profilaksis dan rekonstruksi.
  • Asam asetil salisilat   Obat anti-inflamasi non steroid (NSAID) terpenting untuk ARJ, bekerja menekan inflamasi, aman untuk pemakaian jangka panjang. Dosis yang efektif adalah 75-90mg/kgBB/ hari dibagi   3-4 dosis, diberikan 1-2 tahun setelah gejala klinis hilang.
  • Analgesik lain.  setaminofen bermanfaat untk mengontrol nyeri atau demam terutama pada tipe sistemik, tidak boleh dipakai dalam jangka waktu lama karena menimbulkan kelainan ginjal.
  • NSAID yang lain.  ebagian besar NSAID yang baru tidak boleh diberikan pada anak, pemakaiannya hanya untuk mengontrol nyeri, kekakuan, dan inflamasi pada anak yang tidak responsif terhadap asam asetil salisilat atau sebagai pengobatan awal. Tolmetin diberikan dengan dosis 30 mg/kgBB/hari ternyata cukup efektif. Selain itu Naproksen dengan dosis 10-15mg/kgBB/hari memberikan hasil pengobatan yang cukup baik.
  • Obat-obat yang dapat memodifikasi perjalana penyakit (DMARDs)  Pengobatan ARJ kadang-kadang memerlukan waktu cukup lama sehingga menimbulkan keputusasaan dan ketidakpercayaan pada penderita maupun orang tuanya. DMRAIDs akan memperpendek perjalanan penyakit dan masa rawat inap. Obat-obat ini hanya boleh diberikan pada poliartritis progresif yang tidak responsif terhadap Asam Asetil Salisilat Tabel 4 menunujukkan DMRAIDs, efek samping dan pemantauannya.

 

 Obat Anti Rematik

DMRAIDs Efek Samping Pemantauan
Hidroksiklorokuin Retinopati Cek Ophtalmologi
Prednison Gangguan pertumbuhan, penekanan poros HPA Kadar Cortisol
Garam emas Supresi sumum tulang Cek Hematologi
Penisilamin Lupus Eritematosus medikamentosa, Sindroma nefrotik Hematologi
Sufasalazin Nausea vomiting, Hemolitik anemi, supresi sumsum tulang Hematologi
Metotreksat Supresi sumsum tulang, hepatotoksik Hematologi, LFT
Siklofosfamid Supresi susum tulang Hematologi
Azatioprin Supresi sumsum tulang, hepatotoksik Hematologi, LFT

 

  • Hidroksiklorokuin  Bermanfaat pada anak yang cukup besar dengan dosis awal 6-7mg/kgBB/hari, setelah 8 minggu diturunkan menjadi 5mg/kgBB/hari. Bila setelah 6 bulan pengobatan tidak diperoleh perbaikan hidroksiklorokuin harus dihentikan. Ketika memulai jangan lupa meyakinkan bahwa tidak ada defisiensi G6PD karena bisa terjadi hemolisis.
  • Kortikosteroid   Digunakan bila terdapat gejala sistemik,uveitis kronik atau untuk suntikan intra-artikular. Dosis awal adalah 0,25-1 mg/kgBB/hari dosis tunggal, atau dosis terbagi pada kasus berat. Bila terjadi perbaikan klinis maka dosis diturunkan pelan-pelan (tappering of).
  • Imunosupresan   Hanya diberikan dalam protokol eksperimental untuk keadaan berat yang mengancam jiwa, walaupun beberapa pusat kesehatan sudah memakai untuk pengobatan baku. Yang paling banyak digunakan adalah metotreksat dengan indikasi untuk poliartritis berat atau gejala sistemik yang tidak membaik dengan NSAID, hidroksiklorokuin atau garam emas. Dosis awal metotreksat adalah 5mg/m2/minggu dapat dinaikkan menjadi 10mg/m2/minggu setelah 9 minggu tidak ada perbaikan. Lama pengobatan adalah 6 bulan.
  • Obat-obat ARJ yang lain :  Naproksen 10-20 mg/kg bb/hari 2 x sehari; Tolmetin 25 mg/kg bb/hari 4 x sehari; dan Ibuprofen 35 mg/kg bb/hari 4 x sehari.

  

Referensi :

  •  M. Felder, A. C. E. Blecourt, B. Wüthrich. Food allergy in patients with rheumatoid arthritis. Clinical Rheumatology Volume 6, Number 2, 181-184, DOI: 10.1007/BF02201021
  • Arvonen M, Ikni L, Augustin M, Karttunen TJ, Vähäsalo. Increase of duodenal and ileal mucosal cytotoxic lymphocytes in juvenile idiopathic arthritis.P.Clin Exp Rheumatol. 2010 Jan-Feb;28(1):128-34.PMID: 20346253 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Flokstra-de Blok BM,Dubois AE, Vlieg-Boerstra BJ, Oude Elberink JN, Raat H, DunnGalvin A, Hourihane JO, Duiverman EJ.Health-related quality of life of food allergic patients: comparison with the general population and other diseases. Allergy. 2010 Feb;65(2):238-44. Epub 2009 Oct 1.PMID: 19796214
  • Parke AL, Hughes GR. Rheumatoid arthritis and food: a case study. Br Med J (Clin Res Ed). 1981 Jun 20;282(6281):2027–2029. [PubMed]
  • Williams R. Rheumatoid arthritis and food: a case study. Br Med J (Clin Res Ed). 1981 Aug 22;283(6290):563. [PubMed]
  • Panush RS, Stroud RM, Webster EM. Food-induced (allergic) arthritis. Inflammatory arthritis exacerbated by milk. Arthritis Rheum. 1986 Feb;29(2):220–226. [PubMed]
  • Lunardi C, Bambara LM, Biasi D, Venturini G, Nicolis F, Pachor ML, De Sandre G. Food allergy and rheumatoid arthritis. Clin Exp Rheumatol. 1988 Oct–Dec;6(4):423–424. [PubMed]
  • Panush RS, Carter RL, Katz P, Kowsari B, Longley S, Finnie S. Diet therapy for rheumatoid arthritis. Arthritis Rheum. 1983 Apr;26(4):462–471. [PubMed]
  • Darlington LG, Ramsey NW, Mansfield JR. Placebo-controlled, blind study of dietary manipulation therapy in rheumatoid arthritis. Lancet. 1986 Feb 1;1(8475):236–238. [PubMed]
  • Beri D, Malaviya AN, Shandilya R, Singh RR. Effect of dietary restrictions on disease activity in rheumatoid arthritis. Ann Rheum Dis. 1988 Jan;47(1):69–72. [PubMed]
  • van de Laar MA, van der Korst JK. Food intolerance in rheumatoid arthritis. I. A double blind, controlled trial of the clinical effects of elimination of milk allergens and azo dyes. Ann Rheum Dis. 1992 Mar;51(3):298–302. [PubMed]
  • Sampson HA, Buckley RH, Metcalfe DD. Food allergy. JAMA. 1987 Nov 27;258(20):2886–2890. [PubMed]
  • Carter CM, Egger J, Soothill JF. A dietary management of severe childhood migraine. Hum Nutr Appl Nutr. 1985 Aug;39(4):294–303. [PubMed]
  • Dawes PT, Smith DH, Scott DL. Massive eosinophilia in rheumatoid arthritis: report of four cases. Clin Rheumatol. 1986 Jan;5(1):62–65. [PubMed]
  • Panush RS, Franco AE, Schur PH. Rheumatoid arthritis associated with eosinophilia. Ann Intern Med. 1971 Aug;75(2):199–205. [PubMed]
  • Schumacher HR., Jr Ultrastructure of the synovial membrane. Ann Clin Lab Sci. 1975 Nov–Dec;5(6):489–498. [PubMed]
  • Helder AE, Feltkamp-Vroom TM, Nienhuis RL. Electron and light microscopical observations and serological findings in rheumatoid arthritis. Ann Rheum Dis. 1973 Nov;32(6):515–523. [PubMed]
  • Crisp AJ, Chapman CM, Kirkham SE, Schiller AL, Krane SM. Articular mastocytosis in rheumatoid arthritis. Arthritis Rheum. 1984 Aug;27(8):845–851. [PubMed]
  • Malone DG, Wilder RL, Saavedra-Delgado AM, Metcalfe DD. Mast cell numbers in rheumatoid synovial tissues. Correlations with quantitative measures of lymphocytic infiltration and modulation by antiinflammatory therapy. Arthritis Rheum. 1987 Feb;30(2):130–137. [PubMed]
  • Godfrey HP, Ilardi C, Engber W, Graziano FM. Quantitation of human synovial mast cells in rheumatoid arthritis and other rheumatic diseases. Arthritis Rheum. 1984 Aug;27(8):852–856. [PubMed]
  • van den Broek MF, van den Berg WB, van de Putte LB. The role of mast cells in antigen induced arthritis in mice. J Rheumatol. 1988 Apr;15(4):544–551. [PubMed]
  • Rosekrans PC, Meijer CJ, Cornelisse CJ, van der Wal AM, Lindeman J. Use of morphometry and immunohistochemistry of small intestinal biopsy specimens in the diagnosis of food allergy. J Clin Pathol. 1980 Feb;33(2):125–130. [PubMed]
  • Ben-Shoshan M.CTLA-4Ig: uses and future directions. Recent Pat Inflamm Allergy Drug Discov. 2009;3(2):132-42.PMID: 19519590 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Doggrell SA. Lyprinol–is it a Useful Anti-inflammatory Agent?. Evid Based Complement Alternat Med. 2009 Apr 21. [Epub ahead of print]PMID: 19383840 [PubMed - as supplied by publisher]Free ArticleRelated citations
  • Chao J, Terkeltaub R.A critical reappraisal of allopurinol dosing, safety, and efficacy for hyperuricemia in gout..Curr Rheumatol Rep. 2009 Apr;11(2):135-40. Review.PMID: 19296886 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Eros G, Ibrahim S, Siebert N, Boros M, Vollmar B.Oral phosphatidylcholine pretreatment alleviates the signs of experimental rheumatoid arthritis..Arthritis Res Ther. 2009;11(2):R43. Epub 2009 Mar 18.PMID: 19296835 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free PMC ArticleFree textRelated citations
  • Adam O. Ankylosing Spondylitis and convenient nutrition.Wien Med Wochenschr. 2008;158(9-10):294-7. German. PMID: 18560957
  • Cow’s milk protein sensitivity assessed by the mucosal patch technique is related to irritable bowel syndrome in patients with primary Sjögren’s syndrome.Lidén M, Kristjánsson G, Valtysdottir S, Venge P, Hällgren R.Clin Exp Allergy. 2008 Jun;38(6):929-35.PMID: 18498540 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free PMC ArticleFree textRelated citations
  • Th17 and allergy.Oboki K, Ohno T, Saito H, Nakae S.Allergol Int. 2008 Jun;57(2):121-34. Review.PMID: 18427165 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free ArticleRelated citations
  • [Endproducts and receptors of advanced glycation and lipoxidation (AGE, ALE, RAGE) and chronic diseases from the perspective of food and nutrition]Stig B, Hajdú N.Orv Hetil. 2008 Apr 27;149(17):771-8. Review. Hungarian. PMID: 18426758 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Clinical indications for probiotics: an overview.Goldin BR, Gorbach SL.Clin Infect Dis. 2008 Feb 1;46 Suppl 2:S96-100; discussion S144-51. Review.PMID: 18181732 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Intestinal immune activation in juvenile idiopathic arthritis and connective tissue disease.Kokkonen J, Arvonen M, Vähäsalo P, Karttunen TJ.Scand J Rheumatol. 2007 Sep-Oct;36(5):386-9.PMID: 17963169 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Advanced glycation and lipoxidation end products–amplifiers of inflammation: the role of food.Bengmark S.JPEN J Parenter Enteral Nutr. 2007 Sep-Oct;31(5):430-40. Review.PMID: 17712153 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Sicherer SH. Manifestations of food allergy: evaluation and management. Am Fam Physician 1999;59:415–24.[Medline]
  • Sicherer SH. Food allergy: when and how to perform oral food challenges. Pediatr Allergy Immunol 1999;10:226–34.[Medline]
  • Kaufman W. Food-induced, allergic musculoskeletal syndromes. Ann Allergy 1953;11:179–84.[Medline]
  • Gaby AR. The role of hidden food allergy/intolerance in chronic disease. Altern Med Rev 1998;3:90–100.[Medline]
  • Darlington LG, Ramsey NW, Mansfield JR. Placebo-controlled, blind study of dietary manipulation therapy in rheumatoid arthritis. Lancet 1986;1:236–8.[Medline]
  • van de Laar MA, van der Korst JK. Food intolerance in rheumatoid arthritis. A double blind, controlled trial of the clinical effects of elimination of milk allergens and azo dyes. Ann Rheum Dis 1992;51:298–302.[Abstract/Free Full Text]
  • Taylor PC. Anti-cytokines and cytokines in the treatment of rheumatoid arthritis. Curr Pharm Des 2003;9:1095–106.[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • Dayer JM. Interleukin 1 or tumor necrosis factor-alpha: which is the real target in rheumatoid arthritis? J Rheumatol Suppl 2002;65:10–5.[Abstract/Free Full Text]
  • Grimble RF, Howell WM, O’Reilly G et al. The ability of fish oil to suppress tumor necrosis factor alpha production by peripheral blood mononuclear cells in healthy men is associated with polymorphisms in genes that influence tumor necrosis factor alpha production. Am J Clin Nutr 2002;76:454–9.[Abstract/Free Full Text]
  • Darlington LG, Stone TW. Antioxidants and fatty acids in the amelioration of rheumatoid arthritis and related disorders. Br J Nutr 2001;85:251–69.[Web of Science][Medline]
  • Endres S, Ghorbani R, Kelley VE et al. The effects of dietary supplementation with n-3 polyunsaturated fatty acids on the synthesis of interleukin-1 and tumor necrosis factor by mononuclear cells. N Engl J Med 1989;320:265–71.[Abstract]
  • Arnett FC, Edworthy SM, Bloch DA et al. The American Rheumatism Association 1987 revised criteria for the classification of rheumatoid arthritis. Arthritis Rheum 1988;31:315–24.[Web of Science][Medline]
  • Steinbrocker O, Traeger CH, Batterman RC. Therapeutic criteria in rheumatoid arthritis. JAMA 1949;140:659–62.[Abstract/Free Full Text]
  • Darlington LG, Ramsey NW. Review of dietary therapy for rheumatoid arthritis. Br J Rheumatol 1993;32:507–14.[Abstract/Free Full Text]
  • Fries JF, Spitz P, Kraines RG. Measurement of patient outcome in arthritis. Arthritis Rheum 1980;23:137–45.[Web of Science][Medline]
  • Ritchie DM, Boyle JA, McInnes JM, Jasani MK, Dalakas TG, Grieveson P. Clinical studies with an articular index for the assessments of joint tenderness in patients with rheumatoid arthritis. Q J Med 1968;147:768–9.
  • Skoldstam L, Magnusson KE. Fasting, intestinal permeability, and rheumatoid arthritis. Rheum Dis Clin North Am 1991;17:363–71.[Medline]
  • Richardson C, Emery P. Laboratory markers of disease activity. J Rheumatol Suppl 1996;44:23–30.[Medline]
  • Pike MC, Synderman R. Structure and function of monocytes and macrophages. In: McCarty DJ, Kopman WJ, eds. Arthritis and allied conditions. London, 1993:347–76.
  • Miller ML, Cassidy JT. Juvenile Rheumatoid arthritis. In: Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB (eds) : Textbook of Pediatrics. 17th Ed Philadelphia, WB aunders 2004. pp.  799-804.
  • Theophilopoulos AN. Autoimmunity. In : Stites DP., Stobo JD., Fudenberg HH., Wells JV., penyunting. Basic & Clinical Immunology. Edisi kelima, Los Altos, Lange, 1984 : 152-86.
  • McCoy, JM, Wick JR, Audoly LP. The role of PGE2 receptors in the pathogenesis of Rheumatoid Arthritis. JCI, 2002; 110 : 651-658.
  • Cassidy JT., Levinson JE., Bass JC. A study of classification criteria for a diagnosis of juvenile rheumatoid arthritis. Arthritis Rheum 1986; 29:274–81.
  • Modesto C., Woo P., Garcia-Consuegra J. Systemic onset juvenile chronic arthritis, polyarticular pattern and hip involvement as markers for a bad prognosis. lin Exp Rheumatol 2001; 19 : 211-7.
  • Arend WP, Dayer JM. Inhibition of the production and effects of interleukin-1 and tumor necrosis factor alpha in rheumatoid arthritis. Arthritis Rheum 1995;38:151–60.[Web of Science][Medline]
  • Borish L, Mascali JJ, Rosenwasser LJ. IgE-dependent cytokine production by human peripheral blood mononuclear phagocytes. J Immunol 1991;146:63–7.[Abstract]
  • Tetlow LC, Woolley DE. Mast cells, cytokines, and metalloproteinases at the rheumatoid lesion: dual immunolocalisation studies. Ann Rheum Dis 1995;54:896–903.[Abstract/Free Full Text]
  • Woolley DE, Tetlow LC. Mast cell activation and its relation to proinflammatory cytokine production in the rheumatoid lesion. Arthritis Res 2000;2:65–74.[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • Emery P, Buch M. The aetiology and pathogenesis of rheumatoid arthritis. Hosp Pharmacist 2002;9:5–9.
  • Reich K, Westphal G, Konig IR et al. Cytokine gene polymorphisms in atopic dermatitis. Br J Dermatol 2003;148:1237–41.[CrossRef][Medline]
  • Silman AJ, Pearson JE. Epidemiology and genetics of rheumatoid arthritis. Arthritis Res 2002;4(Suppl. 3):S265–72.
  • Fugger L, Svejgaard A. Association of MHC and rheumatoid arthritis: HLA-DR4 and rheumatoid arthritis—studies in mice and men. Arthritis Res 2000;2:208–11.[Medline]
  • Aron Y, Desmazes-Dufeu N, Matran R et al. Evidence of a strong, positive association between atopy and the HLA classII alleles DR4 and DR7. Clin Exp Allergy 1996;26:821–8.[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • Howell WM, Turner SJ, Hourihane JO, Dean TP, Warner JO. HLA class II DRB1, DQB1 and DPB1 genotypic associations with peanut allergy: evidence from a family-based and case-control study. Clin Exp Allergy 1998;28:156–62.[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • Mansur AH, Williams GA, Bishop DT et al. Evidence for a role of HLA DRB1 alleles in the control of IgE levels, strengthened by interacting TCR A/D marker alleles. Clin Exp Allergy 2000;30:1371–8.[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • Young RP, Dekker JW, Wordsworth BP et al. HLA-DR and HLA-DP genotypes and immunoglobulin E responses to common major allergens. Clin Exp Allergy 1994;24:431–9.[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • Zwerina J, Hayer S, Tohidast-Akrad M et al. Single and combined inhibition of tumor necrosis factor, interleukin-1, and RANKL pathways in tumor necrosis factor-induced arthritis: effects on synovial inflammation, bone erosion, and cartilage destruction. Arthritis Rheum 2004;50:277–90.[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • Vitamin D intake and risks of systemic lupus erythematosus and rheumatoid arthritis in women.Costenbader KH, Feskanich D, Holmes M, Karlson EW, Benito-Garcia E.Ann Rheum Dis. 2008 Apr;67(4):530-5. Epub 2007 Jul 31.PMID: 17666449 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free PMC ArticleFree textRelated citations
  • Protein, iron, and meat consumption and risk for rheumatoid arthritis: a prospective cohort study.Benito-Garcia E, Feskanich D, Hu FB, Mandl LA, Karlson EW.Arthritis Res Ther. 2007;9(1):R16.PMID: 17288585 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free PMC ArticleFree textRelated citations
  • Naturopathic management of rheumatoid arthritis.Dunn JM, Wilkinson JM. Mod Rheumatol. 2005;15(2):87-90.PMID: 17029041 [PubMed]Related citations
  • A Friday afternoon case of apparent anti-glomerular basement nephritis. Rüster M, Kiehntopf M, Gröne HJ, Wolf G.Nephrol Dial Transplant. 2006 Aug;21(8):2328-30. Epub 2006 Apr 27. No abstract available. PMID: 16644771 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free ArticleRelated citations
  • Probiotics: their role in the treatment and prevention of disease. Doron S, Gorbach SL. Expert Rev Anti Infect Ther. 2006 Apr;4(2):261-75. Review.PMID: 16597207 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • The gut-joint axis: cross reactive food antibodies in rheumatoid arthritis. Hvatum M, Kanerud L, Hällgren R, Brandtzaeg P. Gut. 2006 Sep;55(9):1240-7. Epub 2006 Feb 16.PMID: 16484508 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free PMC ArticleFree textRelated citations
  • General or personal diet: the individualized model for diet challenges in patients with rheumatoid arthritis. Karatay S, Erdem T, Kiziltunc A, Melikoglu MA, Yildirim K, Cakir E, Ugur M, Aktas A, Senel K. Rheumatol Int. 2006 Apr;26(6):556-60. Epub 2005 Jul 16.PMID: 16025333 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Haugen M, Fraser D, Førre  Diet therapy for the patient with rheumatoid arthritis? Rheumatology (Oxford) 1999. 381039–1044. [PubMed] Panush R S. Food induced (“allergic”) arthritis: clinical and serologic studies. J Rheumatol 1990. 17291–294. [PubMed]
  • A vegan diet free of gluten improves the signs and symptoms of rheumatoid arthritis: the effects on arthritis correlate with a reduction in antibodies to food antigens. Hafström I, Ringertz B, Spångberg A, von Zweigbergk L, Brannemark S, Nylander I, Rönnelid J, Laasonen L, Klareskog L. Rheumatology (Oxford). 2001 Oct;40(10):1175-9.PMID: 11600749 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free ArticleRelated citations
  • Gluten-free vegan diet induces decreased LDL and oxidized LDL levels and raised atheroprotective natural antibodies against phosphorylcholine in patients with rheumatoid arthritis: a randomized study. Elkan AC, Sjöberg B, Kolsrud B, Ringertz B, Hafström I, Frostegård J. Arthritis Res Ther. 2008;10(2):R34. Epub 2008 Mar 18.PMID: 18348715 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free PMC ArticleFree textRelated citations
  • Rheumatoid arthritis treated with vegetarian diets. Kjeldsen-Kragh J. Am J Clin Nutr. 1999 Sep;70(3 Suppl):594S-600S.PMID: 10479237 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free ArticleRelated citations
  • Antibodies against dietary antigens in rheumatoid arthritis patients treated with fasting and a one-year vegetarian diet. Kjeldsen-Kragh J, Hvatum M, Haugen M, Førre O, Scott H. Clin Exp Rheumatol. 1995 Mar-Apr;13(2):167-72.PMID: 7656463 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • The gut-joint axis: cross reactive food antibodies in rheumatoid arthritis. Hvatum M, Kanerud L, Hällgren R, Brandtzaeg P. Gut. 2006 Sep;55(9):1240-7. Epub 2006 Feb 16.PMID: 16484508 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free PMC ArticleFree textRelated citations
  • Effect of a strict vegan diet on energy and nutrient intakes by Finnish rheumatoid patients. Rauma AL, Nenonen M, Helve T, Hänninen O. Eur J Clin Nutr. 1993 Oct;47(10):747-9.PMID: 8269890 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Changes in plasma phospholipid fatty acids and their relationship to disease activity in rheumatoid arthritis patients treated with a vegetarian diet. Haugen MA, Kjeldsen-Kragh J, Bjerve KS, Høstmark AT, Førre O. Br J Nutr. 1994 Oct;72(4):555-66.PMID: 7986787 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Dietary interventions for rheumatoid arthritis. Hagen KB, Byfuglien MG, Falzon L, Olsen SU, Smedslund G. Cochrane Database Syst Rev. 2009 Jan 21;(1):CD006400. Review.PMID: 19160281 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Effects of a very low-fat, vegan diet in subjects with rheumatoid arthritis. McDougall J, Bruce B, Spiller G, Westerdahl J, McDougall M. J Altern Complement Med. 2002 Feb;8(1):71-5.PMID: 11890437 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Effects of a gluten-free diet in primary IgA nephropathy. Coppo R, Roccatello D, Amore A, Quattrocchio G, Molino A, Gianoglio B, Amoroso A, Bajardi P, Piccoli G. Clin Nephrol. 1990 Feb;33(2):72-86.PMID: 2311308 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Divergent changes in serum sterols during a strict uncooked vegan diet in patients with rheumatoid arthritis. Agren JJ, Tvrzicka E, Nenonen MT, Helve T, Hänninen O. Br J Nutr. 2001 Feb;85(2):137-9.PMID: 11242480 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • The influence of fast and vegetarian diet on parameters of nutritional status in patients with rheumatoid arthritis. Haugen MA, Kjeldsen-Kragh J, Skakkebaek N, Landaas S, Sjaastad O, Movinkel P, Førre O. Clin Rheumatol. 1993 Mar;12(1):62-9.PMID: 8467614 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Decrease in anti-Proteus mirabilis but not anti-Escherichia coli antibody levels in rheumatoid arthritis patients treated with fasting and a one year vegetarian diet. Kjeldsen-Kragh J, Rashid T, Dybwad A, Sioud M, Haugen M, Førre O, Ebringer A. Ann Rheum Dis. 1995 Mar;54(3):221-4.PMID: 7748020 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free PMC ArticleFree textRelated citations
  • Faecal microbial flora and disease activity in rheumatoid arthritis during a vegan diet. Peltonen R, Nenonen M, Helve T, Hänninen O, Toivanen P, Eerola E. Br J Rheumatol. 1997 Jan;36(1):64-8.PMID: 9117178 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free ArticleRelated citations
  • Assessment of comparative pain relief and tolerability of SKI306X compared with celecoxib in patients with rheumatoid arthritis: a 6-week, multicenter, randomized, double-blind, double-dummy, phase III, noninferiority clinical trial. Song YW, Lee EY, Koh EM, Cha HS, Yoo B, Lee CK, Baek HJ, Kim HA, Suh YI, Kang SW, Lee YJ, Jung HG. Clin Ther. 2007 May;29(5):862-73.PMID: 17697905 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • [Vegetarian diets and rheumatoid arthritis. Is it possible that a vegetarian diet might influence the disease?] Sköldstam L. Nord Med. 1989;104(4):112-4, 124. Swedish. PMID: 2654882 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Controlled trial of fasting and one-year vegetarian diet in rheumatoid arthritis. Kjeldsen-Kragh J, Haugen M, Borchgrevink CF, Laerum E, Eek M, Mowinkel P, Hovi K, Førre O. Lancet. 1991 Oct 12;338(8772):899-902.PMID: 1681264 [PubMed - indexed for MEDLINE]Related citations
  • Uncooked, lactobacilli-rich, vegan food and rheumatoid arthritis. Nenonen MT, Helve TA, Rauma AL, Hänninen OO. Br J Rheumatol. 1998 Mar;37(3):274-81.PMID: 9566667 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free ArticleRelated citations
  • The effect of individualized diet challenges consisting of allergenic foods on TNF-alpha and IL-1beta levels in patients with rheumatoid arthritis. Karatay S, Erdem T, Yildirim K, Melikoglu MA, Ugur M, Cakir E, Akcay F, Senel K. Rheumatology (Oxford). 2004 Nov;43(11):1429-33. Epub 2004 Aug 10.PMID: 15304675 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free ArticleRelated citations
  • A systematic review of the effectiveness of adalimumab, etanercept and infliximab for the treatment of rheumatoid arthritis in adults and an economic evaluation of their cost-effectiveness. Chen YF, Jobanputra P, Barton P, Jowett S, Bryan S, Clark W, Fry-Smith A, Burls A. Health Technol Assess. 2006 Nov;10(42):iii-iv, xi-xiii, 1-229. Review.PMID: 17049139 [PubMed - indexed for MEDLINE]Free Article
  • Pattison D J, Symmons D P, Lunt M. et al Dietary risk factors for the development of inflammatory polyarthritis: evidence for a role of high level of red meat consumption. Arthritis Rheum 2004. 503804–3812. [PubMed]
  • van de Laar M A, van der Korst J K. Food intolerance in rheumatoid arthritis. I. A double blind, controlled trial of the clinical effects of elimination of milk allergens and azo dyes. Ann Rheum Dis 1992. 51298–302. [PMC free article] [PubMed]
  • Kjeldsen‐Kragh J, Haugen M, Borchgrevink C F. et al Controlled trial of fasting and one‐year vegetarian diet in rheumatoid arthritis. Lancet 1991. 338899–902. [PubMed]
  • Darlington L G, Jump A, Ramsey N W. et al A prospective study of clinical and serologic responses to single or double food challenges in patients with rheumatoid arthritis. Br J Rheumatol 1989. (suppl 2)116.
  • Kjeldsen‐Kragh J, Hvatum M, Haugen M. et al Antibodies against dietary antigens in rheumatoid arthritis patients treated with fasting and a one‐year vegetarian diet. Clin Exp Rheumatol 1995. 13167–172. [PubMed]
  • Koot V C, van Straaten M, Hekkens W T. et al Elevated level of IgA gliadin antibodies in patients with rheumatoid arthritis. Clin Exp Rheumatol 1989. 7623–626. [PubMed]
  • O’Farrelly C, Marten D, Melcher D. et al Association between villous atrophy in rheumatoid arthritis and a rheumatoid factor and gliadin—specific IgG. Lancet . 1988;ii819–822.
  • MacGillivray A J, Fernandes L, Waiters M. et al Antibodies to wheat gliadin in rheumatoid arthritis. Br J Rheumatol 1994. 33(suppl 1)146.
  • Ratner D, Eshel E, Vigder K. Juvenile rheumatoid arthritis and milk allergy. J R Soc Med. 1985 May;78(5):410–413. [PMC free article] [PubMed]
  • Ratner D, Eshel E, Vigder K. Juvenile rheumatoid arthritis and milk allergy. J R Soc Med. 1985 May;78(5):410–413. [PMC free article] [PubMed]
  • Parke AL, Hughes GR. Rheumatoid arthritis and food: a case study. Br Med J (Clin Res Ed). 1981 Jun 20;282(6281):2027–2029. [PMC free article] [PubMed]
  • Parke AL, Hughes GR. Rheumatoid arthritis and food: a case study. Br Med J (Clin Res Ed). 1981 Jun 20;282(6281):2027–2029. [PMC free article] [PubMed]
  • Panush RS, Stroud RM, Webster EM. Food-induced (allergic) arthritis. Inflammatory arthritis exacerbated by milk. Arthritis Rheum. 1986 Feb;29(2):220–226. [PubMed]
  • Williams R. Rheumatoid arthritis and food: a case study. Br Med J (Clin Res Ed). 1981 Aug 22;283(6290):563. [PMC free article] [PubMed]
  • Williams R. Rheumatoid arthritis and food: a case study. Br Med J (Clin Res Ed). 1981 Aug 22;283(6290):a563–563. [PMC free article] [PubMed]
  • Lunardi C, Bambara LM, Biasi D, Venturini G, Nicolis F, Pachor ML, De Sandre G. Food allergy and rheumatoid arthritis. Clin Exp Rheumatol. 1988 Oct–Dec;6(4):423–424. [PubMed]
  • Darlington LG. Does food intolerance have any role in the aetiology and management of rheumatoid disease? Ann Rheum Dis. 1985 Nov;44(11):801–804. [PMC free article] [PubMed]
  • Darlington LG. Does food intolerance have any role in the aetiology and management of rheumatoid disease? Ann Rheum Dis. 1985 Nov;44(11):801–804. [PMC free article] [PubMed]
  • Felder M, De Blecourt AC, Wüthrich B. Food allergy in patients with rheumatoid arthritis. Clin Rheumatol. 1987 Jun;6(2):181–184. [PubMed]
  • Beri D, Malaviya AN, Shandilya R, Singh RR. Effect of dietary restrictions on disease activity in rheumatoid arthritis. Ann Rheum Dis. 1988 Jan;47(1):69–72. [PMC free article] [PubMed]
  • Beri D, Malaviya AN, Shandilya R, Singh RR. Effect of dietary restrictions on disease activity in rheumatoid arthritis. Ann Rheum Dis. 1988 Jan;47(1):69–72. [PMC free article] [PubMed]
  • ROPES MW, BENNETT GA, COBB S, JACOX R, JESSAR RA. 1958 Revision of diagnostic criteria for rheumatoid arthritis. Bull Rheum Dis. 1958 Dec;9(4):175–176. [PubMed]
  • Panush RS, Carter RL, Katz P, Kowsari B, Longley S, Finnie S. Diet therapy for rheumatoid arthritis. Arthritis Rheum. 1983 Apr;26(4):462–471. [PubMed]
  • Ziff M. Diet in the treatment of rheumatoid arthritis. Arthritis Rheum. 1983 Apr;26(4):457–461. [PubMed]
  • Sampson HA, Buckley RH, Metcalfe DD. Food allergy. JAMA. 1987 Nov 27;258(20):2886–2890. [PubMed]
  • Walker WA, Isselbacher KJ. Uptake and transport of macromolecules by the intestine. Possible role in clinical disorders. Gastroenterology. 1974 Sep;67(3):531–550. [PubMed]
  • Bjarnason I, Williams P, So A, Zanelli GD, Levi AJ, Gumpel JM, Peters TJ, Ansell B. Intestinal permeability and inflammation in rheumatoid arthritis: effects of non-steroidal anti-inflammatory drugs. Lancet. 1984 Nov 24;2(8413):1171–1174. [PubMed]
  • Jenkins RT, Rooney PJ, Jones DB, Bienenstock J, Goodacre RL. Increased intestinal permeability in patients with rheumatoid arthritis: a side-effect of oral nonsteroidal anti-inflammatory drug therapy? Br J Rheumatol. 1987 Apr;26(2):103–107. [PubMed]
  • Gullberg R. Possible role of alterations of the intestinal flora in rheumatoid arthritis. Rheumatol Rehabil. 1978;Suppl:5–10. [PubMed]
  • Bennett JC. The infectious etiology of rheumatoid arthritis. New considerations. Arthritis Rheum. 1978 Jun;21(5):531–538. [PubMed]
  • Zaphiropoulos GC. Rheumatoid arthritis and the gut. Br J Rheumatol. 1986 May;25(2):138–140. [PubMed]
  • Stevenson DD, Simon RA, Lumry WR, Mathison DA. Adverse reactions to tartrazine. J Allergy Clin Immunol. 1986 Jul;78(1 Pt 2):182–191. [PubMed]
  • Nepom GT, Byers P, Seyfried C, Healey LA, Wilske KR, Stage D, Nepom BS. HLA genes associated with rheumatoid arthritis. Identification of susceptibility alleles using specific oligonucleotide probes. Arthritis Rheum. 1989 Jan;32(1):15–21. [PubMed]
  • Gregersen PK, Silver J, Winchester RJ. The shared epitope hypothesis. An approach to understanding the molecular genetics of susceptibility to rheumatoid arthritis. Arthritis Rheum. 1987 Nov;30(11):1205–1213. [PubMed]
  • Sköldstam L, Larsson L, Lindström FD. Effect of fasting and lactovegetarian diet on rheumatoid arthritis. Scand J Rheumatol. 1979;8(4):249–255. [PubMed]
  • Sköldstam L. Fasting and vegan diet in rheumatoid arthritis. Scand J Rheumatol. 1986;15(2):219–221. [PubMed]
  • Morrow WJ, Ohashi Y, Hall J, Pribnow J, Hirose S, Shirai T, Levy JA. Dietary fat and immune function. I. Antibody responses, lymphocyte and accessory cell function in (NZB x NZW)F1 mice. J Immunol. 1985 Dec;135(6):3857–3863. [PubMed]
  • Homsy J, Morrow WJ, Levy JA. Nutrition and autoimmunity: a review. Clin Exp Immunol. 1986 Sep;65(3):473–488. [PMC free article] [PubMed]
  • Homsy J, Morrow WJ, Levy JA. Nutrition and autoimmunity: a review. Clin Exp Immunol. 1986 Sep;65(3):473–488. [PMC free article] [PubMed]
  • Kremer JM, Bigauoette J, Michalek AV, Timchalk MA, Lininger L, Rynes RI, Huyck C, Zieminski J, Bartholomew LE. Effects of manipulation of dietary fatty acids on clinical manifestations of rheumatoid arthritis. Lancet. 1985 Jan 26;1(8422):184–187. [PubMed]
  • Kremer JM, Jubiz W, Michalek A, Rynes RI, Bartholomew LE, Bigaouette J, Timchalk M, Beeler D, Lininger L. Fish-oil fatty acid supplementation in active rheumatoid arthritis. A double-blinded, controlled, crossover study. Ann Intern Med. 1987 Apr;106(4):497–503. [PubMed]
  • Job C, Menkes CJ, Delbarre F. Zinc sulfate in the treatment of rheumatoid arthritis. Arthritis Rheum. 1980 Dec;23(12):1408–1409. [PubMed]
  • Henriksson K, Uvnäs-Moberg K, Nord CE, Johansson C, Gullberg R. Gastrin, gastric acid secretion, and gastric microflora in patients with rheumatoid arthritis. Ann Rheum Dis. 1986 Jun;45(6):475–483. [PMC free article] [PubMed]
  • Henriksson K, Uvnäs-Moberg K, Nord CE, Johansson C, Gullberg R. Gastrin, gastric acid secretion, and gastric microflora in patients with rheumatoid arthritis. Ann Rheum Dis. 1986 Jun;45(6):475–483. [PMC free article] [PubMed]
  • Olhagen B, Månsson I. Intestinal Clostridium perfringens in rheumatoid arthritis and other collagen diseases. Acta Med Scand. 1968 Nov;184(5):395–402. [PubMed]
  • Shinebaum R, Neumann VC, Cooke EM, Wright V. Comparison of faecal florae in patients with rheumatoid arthritis and controls. Br J Rheumatol. 1987 Oct;26(5):329–333. [PubMed]
  • van de Laar MA, Aalbers M, Bruins FG, van Dinther-Janssen AC, van der Korst JK, Meijer CJ. Food intolerance in rheumatoid arthritis. II. Clinical and histological aspects. Ann Rheum Dis. 1992 Mar;51(3):303–306. [PMC free article] [PubMed]
  • van de Laar MA, Aalbers M, Bruins FG, van Dinther-Janssen AC, van der Korst JK, Meijer CJ. Food intolerance in rheumatoid arthritis. II. Clinical and histological aspects. Ann Rheum Dis. 1992 Mar;51(3):303–306. [PMC free article] [PubMed]
  • Jörgensen C, Moynier M, Bologna C. et al Rheumatoid factor associated with a secretory component in rheumatoid arthritis. Br J Rheumatol 1995. 34236–240. [PubMed]
  • Bjarnason I, Peters T J. Influence of anti‐rheumatic drugs on gut permeability and on the gut associated lymphoid tissue. Baillieres Clin Rheumatol 1996. 10165–176. [PubMed]
  • Katz K D, Hollander D. Intestinal mucosal permeability and rheumatological diseases. Baillieres Clin Rheumatol 1989. 3271–284. [PubMed]
  • Arnett F C, Edworthy S M, Bloch D A. et al The American Rheumatism Association 1987 revised criteria for the classification of rheumatoid arthritis. Arthritis Rheum 1988. 31315–324. [PubMed]
  • Mäki‐Ikola O, Hällgren R, Kanerud L. et al Enhanced jejunal production of antibodies to Klebsiella and other Enterobacteria in patients with ankylosing spondylitis and rheumatoid arthritis. Ann Rheum Dis 1997. 56421–425. [PMC free article] [PubMed]
  • Knutson L, Odlind B, Hällgren R. A new technique for segmental jejunal perfusion in man. Am J Gastroenterol 1989. 841278–1284. [PubMed]
  • Hvatum M, Scott H, Brandtzaeg P. Serum IgG subclass antibodies to a variety of antigens in patients with coeliac disease. Gut 1992. 33632–638. [PMC free article] [PubMed]
  • Kanerud L, Engström G N, Tarkowski A. Evidence for differential effects of sulphasalazine on systemic and mucosal immunity in rheumatoid arthritis. Ann Rheum Dis 1995. 54256–262. [PMC free article] [PubMed]
  • Feltelius N, Hvatum M, Brandtzaeg P. et al Increased jejunal secretory lgA and IgM in ankylosing spondylitis: normalization after treatment with sulfasalazine. J Rheumatol 1994. 212076–2081. [PubMed]
  • Karol M H, Kramarik J A, Ferguson J. Methods to assess RAST results in patients exposed to chemical allergens. Allergy 1995. 5048–54. [PubMed]
  • Cummings J H, Antoine J M, Azpiroz F. et al PASSCLAIM—gut health and immunity. Eur J Nutr 2004. 43(suppl 2)II118–II173. [PubMed]
  • Quan C P, Berneman A, Pires R. et al Natural polyreactive secretory immunoglobulin A autoantibodies as a possible barrier to infection in humans. Infect Immun 1997. 653997–4004. [PMC free article] [PubMed]
  • Brandtzaeg P, Johansen F ‐ E. Mucosal B cells: phenotypic characteristics, transcriptional regulation, and homing properties. Immunol Rev 2005. 20632–63. [PubMed]
  • Avrameas S. Natural autoantibodies: from “horror autotoxicus” to “gnothi seauton”. Immunol Today 1991. 12154–159. [PubMed]
  • Jefferis R. Rheumatoid factors, B cells and immunoglobulin genes. Br Med Bull 1995. 51312–331. [PubMed]
  • Levinson S S. Humoral mechanisms in autoimmune disease. J Clin Immunoassay 1994. 1772–84.
  • van Gaalen F, Ioan‐Facsinay A, Huizinga T W. et al The devil in the details: the emerging role of anticitrulline autoimmunity in rheumatoid arthritis. J Immunol 2005. 1755575–5580. [PubMed]
  • Ehrenstein M R, Evans J G, Singh A. et al Compromised function of regulatory T cells in rheumatoid arthritis and reversal by anti‐TNFalpha therapy. J Exp Med 2004. 200277–285. [PMC free article] [PubMed]
  • Samuels J, Ng Y S, Coupillaud C. et al Impaired early B cell tolerance in patients with rheumatoid arthritis. J Exp Med 2005. 2011659–1667. [PMC free article] [PubMed]
  • Notkins A L. Polyreactivity of antibody molecules. Trends Immunol 2004. 25174–179. [PubMed]
  • Senior B W, McBride P D, Morley K D. et al The detection of raised levels of IgM to Proteus mirabilis in sera from patients with rheumatoid arthritis. J Med Microbiol 1995. 43176–184. [PubMed]
  • Origuchi T, Eguchi K, Kawabe Y. et al Increased levels of serum IgM antibody to staphylococcal enterotoxin B in patients with rheumatoid arthritis. Ann Rheum Dis 1995. 54713–720. [PMC free article] [PubMed]
  • Williams R C, Malone C C, Tsuchiya N. Rheumatoid factors from patients with rheumatoid arthritis react with β2–microglobulin. J Immunol 1992. 1491104–1113. [PubMed]
  • Hansen M B, Andersen V, Rohde K. et al Cytokine autoantibodies in rheumatoid arthritis. Scand J Rheumatol 1995. 24197–203. [PubMed]
  • 35. Levinson S S. Antibody multispecificity in immunoassay interference. Clin Biochem 1992. 2577–87. [PubMed]
  • Hamako J, Ozeki Y, Matsui T. et al Binding of human IgM from a rheumatoid factor to IgG of 12 animal species. Comp Biochem Physiol B Biochem Mol Biol 1995. 112683–688. [PubMed]
  • Hällgren J, Knutson F, Lavö B. et al Increased mucosal synthesis of rheumatoid factor (RF) in coeliac disease. Clin Exp Immunol 1996. 10394–98. [PMC free article] [PubMed]
  • Sökjer M, Jönsson T, Bödvarsson S. et al Selective increase of lgA rheumatoid factor in patients with gluten sensitivity. Acta Derm Venereol 1995. 75130–132. [PubMed]
  • Sigounas G, Kolaitis N, Monell‐Torrens E. et al Polyreactive IgM antibodies in the circulation are masked by antigen binding. J Clin Immunol 1994. 14375–381. [PubMed]
  • Schmidt D G, Meijer R J, Slangen C J. et al Raising the pH of the pepsin‐catalysed hydrolysis of bovine whey proteins increases the antigenicity of the hydrolysates. Clin Exp Allergy 1995. 251007–1017. [PubMed]
  • Kanerud L, Hafström I, Berg A. Effects of antirheumatic treatment on gastric secretory function and salivary flow in patients with rheumatoid arthritis. Clin Exp Rheumatol 1991. 9595–601. [PubMed]
  • Taurog J D, Richardson J A, Croft J T. et al The germfree state prevents development of gut and joint inflammatory disease in HLA–B27 transgenic rats. J Exp Med 1994. 1802359–2364. [PMC free article] [PubMed]
  • Lichtman S N. Role of endogenous enteric organisms in the reactivation of arthritis. Mol Med Today 1995. 1385–391. [PubMed]
  • Brandtzaeg P. Review article: Homing of mucosal immune cells—a possible connection between intestinal and articular inflammation. Aliment Pharmacol Ther 1997. 11(suppl 3)24–39. [PubMed]
  • Gütgemann I, Fahrer A M, Altman J D. et al Induction of rapid T cell activation and tolerance by systemic presentation of an orally administered antigen. Immunity 1998. 8667–673. [PubMed]
  • Shapiro JA, Koepsell TD, Voigt LF, et al. Diet and rheumatoid arthritis in women: a possible protective effect of fish consumption. Epidemiology 1996;7:256–63.MedlineWeb of Science
  • Linos A, Kaklamani VG, Kaklamani E, et al. Dietary factors in relation to rheumatoid arthritis: a role for olive oil and cooked vegetables? Am J Clin Nutr 1999;70:1077–82.Abstract/FREE Full Text

 

Artikel Terkait lainnya :

Berbagai kumpulan Artikel Alergi

Provided by
dr Widodo judarwanto SpA, pediatrician
Children’s Allergy Center Online
Picky Eaters Clinic, Klinik Kesulitan makan Pada Anak

Office : JL Taman Bendungan Asahan 5  Jakarta Pusat  Phone : (021) 70081995 – 5703646email :  judarwanto@gmail.com, www.childrenallergyclinic.wordpress.com/  

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider.  

  

  

  

Copyright © 2010, Children Allergy Center  Information Education Network. All rights reserved.

About these ads

Responses

  1. saya mo sharing bayi ku kembar sepasang ( 9 bulan )mempunyai perilaku yang beda yang cowok suka nangis apalagi kl malam suka gelisah padahal da di kasih minum n hidungnya seperti tersumbat dan suaranya macam tenggelam tapi ngk ada ingusnya hidungnya bersih, sedangkan kakaknya mulai umur 2 bulan sering muntah abis minum susu botol dan kalau minum belum habis da tidur mulutnya terbuka n dotnya masih di mulut padahal baru bangun tidur ,mulai usia jalan 4 bulan bayiku yang cewek mulai malas minum susu kl di kasih dotnya di emut tapi susunya ngk keluar sampe 1 jam seperti itu ,..kl da 4 atau 5 jam dari minum susu awal baru mau ngedot ,da chek ke dsa sini ktnya penyebab muntah karna perut gembung,n malas minum karna lidahnya putih n di kasih kandistatin.setelah lidahnya bersih kok jadi mogok minum susu sampe skrg usia 8 bulan usia 6 bulan di kenalin mpasi tetap jg nolak makan ,…priksa ke dsa lg ktnya ada lendir di tenggorokan n di kasih mucopect lendirnya keluar tapi sikit tetap jg nolak minum susu n makan,.kl bayiku bersuara kadang suaranya serak n suka batuk tapi jarang memang,kl di paksa makan n minum susu bayiku menangis n muntah jg akhirnya terpaksa di tunggu tidur dulu baru di kasihpake dot karna dia tidur ngk sadar ngedot n susunya habis kl di tengah jalan bangun ya lidahnya lgsg nolak,..
    bb bayiku susah naik,..waktu nimbang usia 6 bulan yg cewek 6,8 kg ,7 bulan yg cewek 7,1 kg lahir 2,8 kg n cowok 7,9 kg lahir 3,2 kg,waktu usia 2 bulan yg cowok 6kg knapa usia 7 bulan cuma 7,9 ya….
    awalnya rumah sakit ngasih susu buat bayiku unmum karna bab nya keras di ganti jd sgm skrg lactogen gold2…
    usia bayiku skrg jalan 9 bulan tapi kok belum bs duduk sendiri ya n bayiku yg cowok dulunya suka liat ke atas jd matanya agak juling gmna solusinya ya ?
    n bayiku yg cewek masih nolak minum n makan ,gmana solusinya ya?
    bayiku kl di kasih biskuit lgsg muntah dia maunya yang lembek n biskuitnya di encerin pake air,..
    bayiku yg cowok ini kl makan selalu nangis dan kl da minum susu suka berhenti dulu kadang muntah jg…

    • Coba baca Pencegahan Alergi Sejak Dini : Kenali Gejala dan Tanda Alergi sejak Lahir. http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/08/17/pencegahan-alergi-sejak-dini-kenali-gejala-dan-tanda-alergi-sejak-lahir/. Bila terdapat gangguan saluran cerna maka sangat mungkin semua gejala yang ada berkaitan dngan alergi makanan dan hipersensitif makanan. Lakukan eliminasi provokasi makanan selama 3 minggu dan amati berbagai gejala yang timbul seperti daftar di atas. Coba lakukan eliminasi provokasi makanan selama 3 minggu makan makanan di daftar basic elimination dan step one, makann dalam daftar step two dan high risk dihindari dulu. nanti daftar makanan akan dikirim lewat email.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 128 other followers

%d bloggers like this: