Posted by: Indonesian Children | January 10, 2009

BENARKAH PROBIOTIK BERPERANAN DALAM PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN ALERGI ?

 

Penggunaan Probiotik dalam Pencegahan dan Pengobatan  Alergi
 

 dr Widodo Judarwanto SpA

Latar belakang 

  • Alergi adalah gangguan respon tubuh yang berlebihan akibat bahan allergen yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Gangguan dalam berbagai sistem dan organ tubuh terutama dapat mengganggu tumbuh dan berkembangnya anak.
  • Tindakan pencegahan adalah hal yang utama dalam penatalaksanaan jangka panjang penderita alergi. Pencegahan primer sangat efektif namun dalam kenyataaan sehari-hari relatif sulit dilakukan. Sedangkan pencegahan sekunder, misalnya penghindran penyebab alergi, relatif sulit diterapkan karena berbagai hambatan yang dijumpai.
  • Perkembangan tehnologi kedokteran diharapkan terjadi perubahan paradigma pencegahan alergi dari paradigma penghindaran faktor resiko menjadi paradigma induksi aktif toleransi imunologik.
  • Penggunaan probiotik adalah salah satu cara induksi aktif toleransi imunologik. Meskipun hal ini bukanlah menjadi alternatif utama dalam penanganan dan pencegahan alergi secara jangka panjang.

Definisi Probiotik

 

Probiotik adalah bakteri hidup yang diberikan sebagai suplemen makanan yang mempunyai pengaruh menguntungkan pada kesehatan pada manusia dan binatang, dengan memperbaiki keseimbangan mikroflora intestinal. Mikroflora yang digolongkan sebagai probiotik adalah yang memproduksi asam laktat terutama dari golongan Lactobacilli dan Bifidobacteria.

Probiotik yang efektif harus memenuhi beberapa kriteria :

  • memberikan efek yang menguntungkan pada host,
  • tidak patogenik dan tidak toksik,
  • mengandung sejumlah besar sel hidup,
  • mampu bertahan dan melakukan kegiatan metabolisme dalam usus,
  • tetap hidup selama dalam penyimpanan dan waktu digunakan,
  • mempunyai sifat sensori yang baik,
  • diisolasi dari host.

Efek kesehatan yang menguntungkan dari probiotik adalah :

  • memperbaiki keluhan malabsorsi laktosa,
  • meningkatkan ketahanan alami terhadap infeksi di usus,
  • supresi kanker,
  • mengurangi kadar kholesterol darah,
  • memperbaiki pencernaan,
  • stimulasi imunitas gastrointestinal.

Prebiotik adalah nondigestible food ingredient (komponen pangan yg tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim pncernaan) yang mempunyai pengaruh baik terhadap host dengan memicu aktivitas, pertumbuhan yang selektif, atau keduanya terhadap satu jenis atau lebih bakteri penghuni kolon. Prebiotik pada umumnya adalah karbohidrat yang tidak dicerna dan tidak diserap, biasanya dalam bentuk oligosakarida dan serat pangan.

Food ingredient yang diklasifikasikan sebagai prebiotik harus:

1) tidak dihidrolisa dan tidak diserap dibagian atas traktus gastrointestinal sehingga dapat mencapai kolon tanpa mengalami perubahan struktur dan tidak diekskresikan dalam feses

2) substrat yang selektif untuk satu atau sejumlah mikroflora yang menguntungkan dalam kolon, jadi memicu pertumbuhan bakteria

3) mampu merubah mikroflora kolon menjadi komposisi yang menguntungkan kesehatan

Sinbiotik (Eubiotik) adalah kombinasi probiotik dan prebiotik. Penambahan mikroorganisme hidup (probiotik) dan substrat (prebiotik) untuk pertumbuhan bakteri misalnya fructooligosaccharide (FOS) dengan bifidobacterium atau lactitol dengan lactobacillus. Keuntungan dari kombinasi ini adalah meningkatkan daya tahan hidup bakteri probiotik oleh karena substrat yang spesifik telah tersedia untuk fermentasi sehingga tubuh mendapat manfaat yang lebih sempurna dari kombinasi ini.

Penggunaan Probiotik pada manusia

  • Bakteri pada saluran cerna manusia dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu bakteri yang berguna (useful) dan yang berbahaya (harmful). Probiotik adalah mikroba yang berguna (useful) dari golongan Bakteri Asam Laktat yang mempunyai sejarah panjang dalam biotehnologi, khususnya pada produksi, penyimpanan, penggabungan dalam makanan, dan proses fermentasi.
  • Definisi probiotik adalah bakteria hidup atau bakteria campuran yang memiliki efek menguntungkan pada saluran cerna dan saluran nafas tubuh melalui kemampuannya memperbaiki keseimbangan mikroflora usus.
    Probiotik adalah mikroba dari golongan Bakteri Asam Laktat yang bekerja mempertahankan kesehatan manusia. Terdapat lebih dari 100 spesies dan lebih dari 10 milyar bakteri dalam usus manusia.
  • Mekanisme kompetisi dan antagonisme diantara bakteri saluran cerna juga mampu mempertahankan keseimbangan ekologis dengan mencegah pertumbuhan berlebihan dari masing-masing spesies penghuninya. Kompetisi dari reseptor adhesi, kompetisi makanan, dan produksi senyawa inhibitor (antagonis) juga merupakan mekanisme yang menghalangi berlebihnya kolonisasi dan pertumbuhan bakteri. Senyawa inhibitor (antagonis) tersebut antara lain adalah: asam lemak organik, hidrogen peroksida, asam laktat, antibiotik, enzim-enzim, dan bakteriosin. Produksi asam laktat oleh Lactobacillus menghasilkan pH rendah dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

  

Peranan probiotik dalam induksi aktif toleransi  

imunologik

  • Peranan probiotik pada pencegahan alergi didasari pada induksi aktif dari respon imunologik yang dimulai dari sistim imun innate dan mengarah pada pengembalian kondisi tubuh manusia pada kondisi “Th1-Th2” yang seimbang.
  • Pemberian probiotik dalam pencegahan alergi juga merupakan upaya perbaikan homoestasis sistem biologis penderita yang ditujukan pada imunomodulasi respon imun dengan menyeimbangkan respon imun Th1 dan Th2. Alergi merupakan bentuk “Th2-disease” yang upaya perbaikannya memerlukan pengembalian host pada kondisi “Th1-Th2” yang seimbang.
  • Konsep induksi aktif toleransi imunologis tersebut probiotik adalah fator yang sangat berpengaruh Probiotik adalah flora normal saluran cerna yang mampu mengontrol keseimbangan mikroflora usus dan menimbulkan efek fisiologis yang menguntungkan kesehatan manusia.
  • Probiotik juga memiliki kemampuan sebagai aktivator yang kuat untuk sistem imun innate karena mempunyai molekul yang spesifik pada dinding selnya. Dalam mikrobiologi, molekul-molekul spesifik tersebut dikenal sebagai pathogen-associated molecular patterns (PAMPs). Molekul-molekul spesifik (PAMPs) dikenali oleh reseptor-reseptor spesifik (specific pattern recognition receptors, PRRs). Salah satu PAMPs yang ada pada probiotik adalah lipoteichoic acid (LTA). LTA merupakan molekul yang secara biologis aktif, merupakan karakteristik dari bakteri gram positif dan mempunyai dampak biologis.
  • TLRs adalah PRRs (pattern recognition receptors) mamalia yang berfungsi sebagai sinyal transducer yang berhubungan dengan CD-14 untuk membantu sel host mengenali patogen serta melakukan inisiasi kaskade sinyal. TLRs juga membantu menjembatani sistem imunitas innate ke sistem adaptif dengan menginduksi berbagai molekul efektor dan ko-stimulator. Semua TLRs mempunyai B,kstruktur yang sama dan mempunyai karakter menyalurkan sinyal melalui NF- AP-1, dan MAP kinases. Efektor hilir dari beberapa TLR, misalnya TLR2 dan TLR4, adalah adapter protein MyD88 yang berinteraksi dengan reseptor transmembran melalui domain C-terminal TIR. MyD88 merekrut Ser/Thr kinase IRAK (IL-1R associated kinase) untuk membentuk kompleks reseptor. IRAK berhubungan dengan molekul adapter TNF receptor associated factor (TRAF6). TRAF6 selanjutnya mengaktivasi MAP3K family member NIK (NF-kB-inducing kinase) yang akan mengaktivasi NF-kB inhibitor kinases (IKKs). Degradasi NF-kB inhibitor I-kB melepaskan NF-kB yang segera translokasi ke nukleus untuk menginduksi ekspresi gen yang sesuai.
  • Pada tingkat molekul, sistem imun innate dipusatkan pada aktivasi B, yang mempunyai kemampuan menginduksi transkripsi dari beberapakdari NF- sitokin proinflamasi dalam merespon stimulasi oleh mikroba. Dalam perannya membantu menjembatani sistem imunitas innate ke sistem adaptif TLR, mampu menginduksi respons imun baik ke arah TH1 maupun Treg. TLR-2 dan TLR-4 diketahui mempunyai peran penting dalam polarisasi respons imun oleh paparan mikroba.

  

Probiotik untuk pencegahan dini alergi 

  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor in-utero yaitu keberadaan IgG maternal, sCD14 (soluble CD14), dan kemampuan fetus menghasilkan akan menseimbangkan respons imun fetus dari didominasi Th2 menjadi  gIFN- Th1-Th2 yang seimbang.44 Sebagai molekul PAMPs, sCD14 akan dikenali oleh TLR4 di sel DC yang selanjutnya akan mengaktivasi Limfosit Th1 dan Treg.
  • Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pada ibu yang menerima probiotik, efek dini yang utama bukanlah terjadinya supresi Th1 namun lebih mengarah pada aktivasi Treg dengan efek bukan hanya sebagai regulator Th1 tetapi juga regulator Th2, dengan hasil tercapainya homeostasis Th1-Th2.
  • Uji klinik probiotik telah dilakukan pada ibu hamil dan menyusui. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada usia 2 dan 4 tahun, bayi dari ibu yang menerima probiotik lebih sedikit yang menderita dermatitis alergi dibandingkan dengan yang menerima plasebo, namun kedua kelompok tersebut tidak menunjukkan perbedaan dalam sensitisasi alergi yang dicerminkan oleh kadar IgE total dan hasil uji kulit.
  • Beberapa penelitian bahwa kelompok yang diberika suplemen probiotik menunjukkan bahwa probiotik hanya sedikit bermakna dalam mengu rangi perkembangan gangguan dermatitis atopik. Tapi, banyak penelitian lain masih bisa menyimp[ulkan secara pasti manfaat alergi dalam pencegahan alergi.
  • Tetapi menurut laporan the Cochrane Database of Systematic Reviews dan beberapa penelitian lainnya ternyata probiotik tidak efektif sebagai pengobatan alergi khususnya dermatitis atopi.
  •  

 End Points :

  • Konsep probiotik pada pencegahan alergi didasari pada induksi aktif respon imunologik menuju keseimbangan “Th1-Th2”.
  • Dalam berbagai penelitian klinik dilaporkan probiotik dapat menurunkan gejala alergi yang berhubungan dengan alergi makanan dan dermatitis atopik, tetapi sebagai terapi dermatitis atopi tidak terlalu efektif.
  • Probiotik bukanlah menjadi alternatif utama dalam penanganan dan pencegahan alergi secara jangka panjang

 Rujukan

  • Gore C, CustovicA, 2004. Can we prevent allergy? Allergy: 59: 151–161
  • Lee YK, Nomoto K, Salminen S, Gorbach SL. 1999. Handbook of Probiotics. John Wiley & Sons, New York.
  • Pike MG, Heddle RJ, Boulton P, Turner MW, Atherton DJ 1986 Increased intestinal permeability in atopic eczema. J Invest Dermatol 86:101-104.
  • Caffarelli C, Cavagni G, Deriu FM, Zanotti P, Atherton DJ 1998 Gastrointestinal symptoms in atopic eczema. Arch Dis Child 78:230-234.
  • Gionchetti P, Rizzello F, Venturi A, Brigidi P, Matteuzzi D, Bazzocchi G, Poggioli G, Miglioli M, Campieri M 2000 Oral bacteriotherapy as maintenance treatment in patients with chronic pouchitis: a double-blind, placebo-controlled trial. Gastroenterology 119:305-309.
  • Perkin MR, Strachan DP 2006 Which aspects of the farming lifestyle explain the inverse association with childhood allergy? J Allergy Clin Immunol 117:1374-1381.
  • Boyle RJ, Bath-Hexall F, Murrell D, Leonardi-Bee J, Tang ML-K 2008  Probiotics for treating eczema. Cochrane Database Syst Rev (in press).
  • Osborn DA, Sinn JK 2007 Probiotics in infants for prevention of allergic disease and food hypersensitivity. Cochrane Database Syst Rev:CD006475.
  • Rautava S, Kalliomaki M, Isolauri E 2002 Probiotics during pregnancy and breast-feeding might confer immunomodulatory protection against atopic disease in the infant. J Allergy Clin Immunol 109:119-121.
  • Besselink MG, van Santvoort HC, Buskens E, Boermeester MA, van Goor H, Timmerman HM, Nieuwenhuijs VB, Bollen TL, van Ramshorst B, Witteman BJ, Rosman C, Ploeg RJ, Boermeester MA, Schaapherder AF, Dejong CH, Wahab PJ, van Laarhoven CJ, van der Harst E, van Eijck CH, Cuesta MA, Akkermans LM, Gooszen HG 2008 Probiotic prophylaxis in predicted severe acute pancreatitis: a randomised, double-blind, placebo-controlled trial. Lancet 371:651-659.
  • Boyle RJ, Robins-Browne RM, Tang ML 2006 Probiotic use in clinical practice: what are the risks? Am J Clin Nutr 83:1256-1264.
  • Ouwehand AC, Salminen S, Isolauri E. 2002. Probiotics: anoverview of beneficial effects. Antonie Van Leeuwenhoek 82, 279–289
  • Boyle RJ, Bath-Hextall FJ, Leonardi-Bee J, Murrell DF, Tang ML. Probiotics for treating eczema. Cochrane Database Syst
  • Rev. 2008;(4):CD006135.Isolauri E, 2001. Probiotics in the prevention and treatment of allergic disease. Pediatr Allergy Immunol, 12 (suppl 14): 56-59
  • Perdigón G, Fuller R, Raya R, 2001. Lactic acid bacteria and their effect on the immune system.Curr. Issues Intest. Microbiol. 2:27-42.
  • Viljanen M, Savilahti E, Haahtela T, Juntunen-Backman K, Korpela R, PoussaT, Tuure T, Kuitunen M, 2004. Probiotics in the treatment of atopic eczema/dermatitis syndrome in infants: a double-blind placebo-controlled trial. Allergy, 10, 1-5
  • Matsuguchi, 2003. Lipoteichoic Acids from Lactobacillus Strains Elicit Strong Tumor Necrosis Factor Alpha-Inducing Activities in Macrophages through Toll-Like Receptor 2. Clin Diagn Lab Immunol 10, 259-66
  • Viljanen M, Savilahti E, Haahtela T, Juntunen-Backman K, Korpela R, PoussaT, Tuure T, Kuitunen M, 2004. Probiotics in the treatment of atopic eczema/dermatitis syndrome in infants: a double-blind placebo-controlled trial. Allergy, 10, 1-5 
  • FAO/WHO 2002 Guidelines for the evaluation of probiotics in food. London, Ontario, Canada.
  • Bjorksten B, Naaber P, Sepp E, Mikelsaar M 1999 The intestinal microflora in allergic Estonian and Swedish 2-year-old children. Clin Exp Allergy 29:342-346.
  • Bjorksten B, Sepp E, Julge K, Voor T, Mikelsaar M 2001 Allergy development and the intestinal microflora during the first year of life. J Allergy Clin Immunol 108:516-520.
  • Kalliomaki M, Kirjavainen P, Eerola E, Kero P, Salminen S, Isolauri E 2001 Distinct patterns of neonatal gut microflora in infants in whom atopy was and was not developing. J Allergy Clin Immunol 107:129-134.
  • Murray CS, Tannock GW, Simon MA, Harmsen HJ, Welling GW, Custovic A, Woodcock A 2005 Fecal microbiota in sensitized wheezy and non-sensitized non-wheezy children: a nested case-control study. Clin Exp Allergy 35:741-745.
  • Penders J, Thijs C, van den Brandt PA, Kummeling I, Snijders B, Stelma F, Adams H, van Ree R, Stobberingh EE 2007 Gut microbiota composition and development of atopic manifestations in infancy: the KOALA Birth Cohort Study. Gut 56:661-667.
  • Wang M, Karlsson C, Olsson C, Adlerberth I, Wold AE, Strachan DP, Martricardi PM, Aberg N, Perkin MR, Tripodi S, Coates AR, Hesselmar B, Saalman R, Molin G, Ahrne S 2008 Reduced diversity in the early fecal microbiota of infants with atopic eczema. J Allergy Clin Immunol 121:129-134.
  • Abrahamsson, Thomas R., et al.Probiotics in Prevention of IgE-Associated Eczema: A Double-Blind, Randomized, Placebo-Controlled Trial.” Journal of Allergy and Clinical Immunology. May 2007 119(5): 1174-80. 18 Aug. 2008.
  • Kukkonen, Kaarina, et al.Probiotics and Prebiotic Galacto-Oligosaccharides in the Prevention of Allergic Diseases: A Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial.” Journal of Allergy and Clinical Immunology. Jan. 2007 119(1): 192-98. 18 Aug. 2008.
  • Lee, Joohee, et al.Meta-Analysis of Clinical Trials of Probiotics for Prevention and Treatment of Pediatric Atopic Dermatitis.” Journal of Allergy and Clinical Immunology. Jan. 2008 121(1): 116-21.e11. 18 Aug. 2008.
  • Lee, Tzu-Tai Tiger, et al.Contamination of Probiotic Preparations with Milk Allergens Can Cause Anaphylaxis in Children with Cow’s Milk Allergy.” Journal of Allergy and Clinical Immunology. Mar. 2007 119(3): 746-47. 18 Aug. 2008.
  • Prescott, Susan L. and Bengt Björkstén. “Probiotics for the Prevention or Treatment of Allergic Diseases.” Journal of Allergy and Clinical Immunology. Aug. 2007 120(2): 255-62. 18 Aug. 2008.
  • Taylor, Angie L., et al.Probiotic Supplementation for the First 6 Months of Life Fails to Reduce the Risk of Atopic Dermatitis and Increases the Risk of Allergen Sensitization in High-Risk Children: A Randomized Controlled Trial.” Journal of Allergy and Clinical Immunology. Jan. 2007 119(1): 184-91. 18 Aug. 2008.
  • Majamaa H, Isolauri E. Probiotics; a novel approach in the management of food allergy. L Allergy Clin Imunol. Feb;99(2):179-85
  • Isolauri E, Arvola T, Sütas Y, Moilanen E, Salminen S, 2000. Probiotics in the management of atopic eczema. Clin Exp Allergy;30:1604-10
  • Rosenveldt V, Benfeldt E, Nielsen SD, Michaelsen KF, Jeppesen DL, Valerius NH, Paerregaard A, 2004. Effect of probiotic Lactobacillus strains in children with atopic dermatitis. J Allergy Clin Immunol; 111, 389-95
  • Kalliomaki M, Salminen S, Arvilonni H,2001. Probiotics in primary prevention of atopic disease: a randomised placebo controlled trial. Lancet ;357:1076–9.
  • Pohjavouri E, Viljanen M, Korpella R, Kuitunen M, Tittanen M, Vaarala Q, Sahvilahti E, 2004. Lactobacillus GG in increasing IFN-g production in infants with cow’s milk allergy. J Allergy Clin Immunol;114:131-6
  • Brouwer ML, Wolt-Plompen SA, Dubois AE, van der Heide S, Jansen DF, Hoijer MA, Kauffman HF, Duiverman EJ. No effects of probiotics on atopic dermatitis in infancy: a randomized placebo-controlled trial Clin Exp Allergy. 2006 Jul;36(7):899-906
  •  

 

 

 

Provided by
children’s ALLERGY CLINIC

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

htpp://www.childrenallergyclinic.wordpress.com/

 

Clinical and Editor in Chief :

WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

  

 

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider.

Copyright © 2009, Children Allergy Clinic Information Education Network. All rights reserved.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 
 

 

 


Responses

  1. […] Benarkah Probiotik Berperanan dalam Pencegahan Alergi  ? […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: