Posted by: Indonesian Children | May 16, 2009

Gangguan Fungsional Otak-Sistem saraf Pusat dan Alergi makanan

Gangguan Fungsional Otak-Sistem saraf Pusat dan Alergi makanan

Berbagai laporan penelitian menyebutkan alergi makanan dan pemberian makanan tertentu dapat menimbulkan gangguan neuro anatomi berupa sakit kepala, migraine, vertigo, kehilangan sesaat memori (lupa sesaat) hingga resiko terjadi kejang. Berbagai kelainan tersebut setelah dilakukan pemeriksaan secara lengkap seperti CT Scan, MRI atau EEG sering dalam keadaan normal atau tidak ditemukan kelainan. Keadaan ini sering dikaitkan dengan Serangan kejang bukan epilepsi. 

            Serangan kejang bukan epilepsi (SKBE) telah lama dikenal dan sering menyulitkan para pakar di bidang epilepsi. Istilah yang sering digunakan adalah Nonsiezure episode, Npnepilepticseizure, Nonepileptic paraxysmal disorders atau nonepileptic attack disorders. Seangan tersebut mirip epilepsi tetapi tidak disertai lutpan muatan listrik abnormal di otak atau dalam pemeriksaan EEG normal. Gangguan-gangguan tersebut dalam penatalaksanaannya sering tidak optimal. Dalam pemberian obat antiepilepsi sering tidak berespon dengan baik. SKBE diklasifikasikan menjadi fisiologik dan psikologik.

Serangan kejang bukan epilepsi

 FISIOLOGIK

 

 

  • BREATH HOLDING SPELL
  • BENIGN PAROXYSMAL VERTIGO
  • RECURRENT ABDOMINAL
  • MIGREN
  • TRANSIENT GLOBAL AMNESIA
  • HIPERVENTILASI
  • SINKOP KARDIOGENIK
  • SINKOP NONKARDIOGENIK
  • GANGGUAN PEMBULUH DARAH OTAK
  • GANGGUAN GERAKAN ”MOTOR SPELL”

              *    HEADBANGING

              *    JITTERINESS

              *    BENIGN INFANTILE MYOKLONUS

              *    TICS

              *    SINDROMA TOURETTES

              *    GERAKAN CHOREIFORM

 

 PSIKOLOGIK

 

 

  • KEJANG PSIKOGENIK
  • GANGGUAN TIDUR
  • PENYAKIT PSIKIATRIK

 

 

  1. Banyak laporan kasus yang menyebutkan Serangan kejang bukan epilepsi fisiologik sering berkaitan dengan pemberian makanan tertentu termasuk alergi makanan. Dalam pengamatan penulis juga tampak anak yang mengalami gangguan SKBE sering didapatkan tanda dan gejala alergi  khususnya gangguan saluran cerna dan dermatitis gangguan kulit. Meskipun hal ini belum merupakan suatu hubungan sebab akibat. Namun demikian  beberapa laporan pendahuluan telah menunjukkan keterkaitan dengan pemberian atau penghindaran makanan tertentu.

JITTERINESS (GERAKAN GEMETAR)

Neonatus atau bayi kecil sering memperlihatkan gerakan seperti tremor (gerakan bergetar atau gemetar) pada tangan, kaki dan bibir. Gejala sering disertai oleh keadaan gampang kaget bila terdapat rangsangan suara keras. Gangguan ini dapat terjadi sedemikian rupa sehingga sering disangka sebagai suatu kejang klonik. Gerakan ini bisa terjadi spontan atau karena rangsangan seperti saat mendengar suara keras, ganti popok, mandi atau mengangis. Biasanya keluhan tersebut akan lebih kelihatan lebih sering bila saat terjadi gangguan saluran cerna (saat gangguan muntah, diare, sulit BAB  sedang terjadi atau meningkat gangguannya), keluhan ini sering terjadi saat usia bayi di bawah 3 bulan.

BREATH HOLDING SPELL

Keluhan tersebut adalah bila menangis keras tampak anak diam tidak bernapas dan bersuara dalam beberapa detik, kadang bila terlalu lama disertai biru di sekitar mulut dan bibir. Menurut literatur keluhan tersebut masih belum diketahu pasti penyebabnya. 

HEADBANGING

Head banging adalah gerakan kepala secara ritmis pada bayi dan anak. Anak membenturkan kepala atau seluruh tubuhnya pada kasur atau benda keras. Kebiasaann ini dimulai pada usia 6 bulan dalam bentuk body rocking, 3 bulan kemudian berubah menjadi headbanging atau headrolling. Pada bayi yang besar merupakan bagian dari tempertantrum.

TICS

Tick adalah gerakan kepala, gerakan mata berkedip, kadang disertai gerakan tangan stereotip dan penderita tetap sadar.  SINDROMA TOURETTES adalah semacam tic motorik yang disertai vokalisasi involunter seperti akan berdahak, bersin, menggumam atau coprolalia.

SAKIT KEPALA

Sering penderita alergi mengalami sakit kepala atau migrain yang tidak kunjung sembuh dengan berbagai pengobatan. Sering terjadi penderita dengan keluhan ini, sering cemas dikira ada kelainan di otak seperti tumor dan sebagainya. Meskipun telah dilakukan pemeriksaan oleh beberapa dokter ahli dan pemeriksaan tambahan EEG, CT Scan atau MRI tetapi tidak ditemukan penyebab pasti kelainannya dan keluhan  sakit kepalanya tidak kunjung menghilang.  Menurut penelitian penulis, 30 anak dengan keluhan sakit kepala dengan gangguan gastrointestinal karena alergi, setelah melakukan penghindaran beberapa makanan yang dicurigai sebagai penyebab keluhan tersebut membaik tanpa pengobatan khusus.

Beberapa penelitian  menunjukkan hal tersebut, misalnya Krotzky tahun 1992 mengatakan migraine, vertigo dan sakit kepala dapat disebabkan karena makanan alergi atau kimiawi lainnya.

 

KEJANG

Banyak laporan ilmiah menyebutkan bahwa kejang dikaitkan dengan reaksi simpang makanan termasuk intoleransi makanan atau alergi makanan. Gangguan yang dapat disebabkan karena reaksi simpang makanan biasanya karena gangguan fungsi otak tanpa disertai gangguan anatomis. Gangguan anatomis ini biasanya disertai kelainan pada pemeriksaan rekam otak, kelainan pada CT Scan atau MRI. Sehingga bila penderita mengalami kejang berulang disertai panas atau tanpa panas dengan hasil rekaman EEG, CTS Scan dan MRI normal, bila dilakukan penanganan diet akan sangat membantu.

GANGGUAN ORGANIK OTAK LAINNYA

Gangguan otak atau Sistem saraf  pusat lainnya adalah  floating (bergoyang seperti naik kapal), kepala terasa penuh atau membesar, mengantuk, pening, pusing, berjalan terhuyung-huyung, kehilangan keseimbangan, lambat, merasa kesepian (diasingkan orang disekitarnya), menangis tanpa sebab, ketakutan, kelelahan (lemas tanpa sebab), kepala terasa penuh, terasa seperti mengapung (dalam kapal), pelupa, halusinasi, suka mengkhayal, claustrophobia (takut ketinggian), kelemahan otot, catatonic, gangguan persepsi.

  • Bila terdapat  keluhan sakit kepala, vertigo atau migraine yang berulang tidak sembuh.  
  • Bila telah dilakukan pemeriksaan oleh dokter ahli dan pemeriksaan tambahan EEG, CT Scan atau MRI tidak ditemukan penyebab pasti kelainannya, maka jangan lupa dipikirkan penyebabnya adalah alergi makanan atau reaksi dari makanan.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

  

artikel terkait :

 

DAFTAR PUSAKA        

 
Provided by
dr Widodo judarwanto SpA, pediatrician
Children’s Allergy Center Online
Picky Eaters Clinic, Klinik Kesulitan makan Pada Anak

Office : JL Taman Bendungan Asahan 5  Jakarta Pusat  Phone : (021) 70081995 – 5703646email :  judarwanto@gmail.com, www.childrenallergyclinic.wordpress.com/  

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider.  

  

  

  

Copyright © 2010, Children Allergy Center  Information Education Network. All rights reserved.


Responses

  1. thanks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: