Posted by: Indonesian Children | September 2, 2009

OBAT UNTUK PENDERITA ALERGI : MUKOLITIK DAN EKSPEKTORAN, METILXANTIN (THEOPHYLLIN),ANTIKOLINERGIK,NATRIUM KROMOLAT

MUKOLITIK DAN EKSPEKTORAN

  • Ekspektoran meningkatkan pembersihan mukus dari saluran bronkus. Satu-satunya preparat yang paling efektif adalah air, terutama pada pasien dehidrasi. Karena itu anjurkan pasien asma untuk minum sebanyak mungkin karena hal ini akan mencegah pengeringan mukus. Pada asma berat, setelah terapi inhalasi dengan bronkodilator dapat dilanjutkan dengan cairan NaCl 0,9% memakai nebulizer selama 20-30 menit, 3-4 kali sehari.
  • Manfaat obat ekspektoran dan mukolitik tergantung dari masukan air yang adekuat. Obat yang terdapat di pasaran pada saat ini misalnya gliseril guaiakolat, iodida, asetilsistein, bromheksin, dan ambroksol.

 METILXANTIN

  • Teofilin merupakan salah satu obat utama untuk pengobatan asma akut maupun kronik.
  •  Bekerja dengan menghalangi kerja enzim fosfodiesterase sehingga menghindari  perusakan cAMP dalam sel, antagonis adenosin, stimulasi pelepasan katekolamin dari medula adrenal, mengurang; konsentrasi Ca bebas di otot polos, menghalangi pembentukan prostaglandin, dan memperbaiki kontraktilitas diafragma.

Farmakokinetik

  • Preparat cair diserap kurang lebih l/2 sampai 1 jam, tablet yang tak berlapis 2 jam, dan preparat lepas lambat 4 sampai 6 jam.
  • Teofilin dieliminasi dalam hati dan disekresi dalam urin. Terdapat variasi individual dalam eliminasi teofilin. Harus diperhatikan umur dan gemuknya seseorang.
  • Dosis oral. Oleh karena terdapat variasi antara setiap individu maka dosis harus disesuaikan dengan melihat perbaikan klinis, efek samping, dan kadar pemeliharaan dalam darah antara 10-20 μg/ml. Dosis permulaan yang umum antara 10-16 mg/kgBB/hari, bilamana dosis akan ditingkatkan maka perlu monitor kadar teofilin dalam plasma. Untuk preparat lepas lambat dosis seharinya lebih rendah dari preparat biasa Bila tampak tanda intoksikasi maka dosis harus segera diturunkan.
  • Dosis intravena. Tujuan utama pemberian teofilin intravena adalah untuk secara cepat mendapatkan kadar dalam plasma antara 10-20 sel/ml. Bila pasien belum mendapat teofilin sebelumnya, diberikan loading dose 6 mg/kgBB selama 20-30 menit melaui infus, selanjutnya diteruskan dengan dosis pemeliharaan.
  • Terdapat beberapa jenis preparat teofilin, yaitu dalam bentuk sirop yang bekerja cepat, tablet, kapsul, tablet lepas lambat, dan kombinasi teofilin dengan obat lainnya. Dalam memilih preparat yang akan dipakai, pertimbangkan hal seperti berikut. Adanya alkohol dalam sirop dapat mengakibatkan efek samping bila dipakai terus-menerus, jadi preparat ini sebaiknya hanya dipakai sebagai terapi permulaan untuk mengatasi keadaan akut. Hindari kombinasi teofilin dengan obat lain dalam satu preparat karena preparat jenis ini sering terjadi efek samping. Preparat lepas lambat sangat berguna untuk pengobatan asma kronik sebab dapat diberikan dosis dua kali sehari sehingga meningkatkan kepatuhan pasien.
  • Reaksi yang merugikan mulai timbul bila dosis teofilin dalam darah telah melebihi 15 μg/ml. Efek samping yang sering terjadi adalah muntah dan gangguan saraf pusat.

OBAT ANTIKOLINERGIK

  • Asetilkolin berperan dalam bronkospasme. Atropin sulfat, beladona, dan skopolamin efektif untuk mencegah bronkospame oleh metakolin, tetapi tidak untuk bronkospasme oleh histamin.
  • Pada mulanya pemakaian aerosol atropin sangat terbatas oleh karena efek samping seperti peninggian viskositas dan menurunnya jumlah sputum, orofaring jadi kering, denyut jantung meningkat, sedasi, dan gangguan visus. Tetapi dengan preparat baru (ipratropium bromide) yang dapat mengurangi efek samping tersebut maka obat ini mulai banyak lagi dipakai, terutama untuk orang dewasa yang menderita asma intrinsik atau asma bronkitis yang bronkospasmenya dipengaruhi oleh asetilkolin.

 

NATRIUM KROMOLAT

  • Obat ini mampu menghambat pelepasan mediator dari sel mast dan basofil sehingga alergen yang masuk ke dalam badan tidak lagi menimbulkan reaksi alergi. Diperlukan waktu 2-3 bulan untuk evaluasi efek natrium kromolat. Telah dilaporkan bahwa pada waktu penghirupan obat ini dapat terjadi bronkokonstriksi, oleh karena itu dianjurkan untuk memakai inhalasi β2 terlebih dahulu sebelum penggunaan obat ini.
  •  Indikasi adalah untuk asma, rinitis alergik, konjungtivitis alergik, alergi makanan, ulserasi mukosa (protokolitis, sariawan). Untuk rinitis alergik diberikan dalam bentuk tetes hidung, untuk konyungtivitis alergik dalam bentuk tetes mata, dan untuk alergi makanan diberikan peroral 30 menit sebelum makan.

 

 

Provided by
children’s ALLERGY CLINIC

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

htpp://www.childrenallergyclinic.wordpress.com/ 

 

Clinical and Editor in Chief :

WIDODO JUDARWANTO 

email : judarwanto@gmail.com,

 

 

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. 

Copyright © 2009, Children Allergy Clinic Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: