Posted by: Indonesian Children | August 28, 2010

Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ?

Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ?

Latar Belakang
  • Anisa usia 9 tahun sering mengalami gangguan sakit kepala sejak lama. Keluhan yang diungkapkan sering kali berganti-ganti kadang nyeri kepala seluruh bagian kepala kadang nyeri hanya sebelah bagian kepala atau hanya kepala bagian belakang . Berbagai dokter dan bermacam-macam obat minum dalam jangka panjang tetapi tetap saja hilang timbul setiap saat.  Berbagai pemeriksaam mulai pemeriksaan darah, pemeriksaan mata, pemeriksaan EEG dan CT scan telah dilakukan tetapi tidak didaapatkan kelainan.  Setelah berganti-ganti dokter,  terdapat salah seorang dokter mengadviskan untuk dilakukan penanganan alergi dan hipersensitifitas makanan dengan menghindari sementara beberapa makanan yang diduga penyebab alergi makanan ternyata tidak dalam waktu lama keluhan Sakit Kepala dan Migrain membaik.
  • Ternyata ayahnya juga mengalami hal yang sama sejak usia remaja

 Gangguan Sakit kepala dan migren

  • Nyeri yang amat hebat atau kepala terasa denyutan hebat (kenyut-kenyut) pada satu sisi atau kedua sisi kepala. Mual-mual atau muntah.
  • Terjadi perubahan dalam penglihatan, termasuk penglihatan kabur atau timbul titik buta dimana anda tidak dapat melihat pada satu titik tertentu. Menjadi terganggu dengan cahaya (pencahayaan), kebisingan atau bau. Merasa lelah dan atau kebingungan.
  • Kaku atau kepekaan pada leher. Kulit kepala menjadi peka (lembut). Light-headedness.
  • Migrain klasik dimulai dengan tanda-tanda permulaan yang disebut dengan aura. Aura seringkali berhubungan dengan perubahan dalam cara anda memandang atau melihat. Anda mungkin melihat bayangan cahaya atau warna-warna. Anda mungkin sesaat merasa kehilangan atau berkurangnya penglihatan, seperti penglihatan pada satu sisi.
  • Terdapat gejala  yang aneh seperti menusuk atau sensasi panas seperti membakar, otot terasa lemah atau lemas pada satu sisi tubuh. Anda mungkin mempunyai masalah gangguan dalam berbicara atau berkomunikasi. Anda juga mungkin merasa depresi, mudah tersinggung dan resah, gelisah.
  • Aura berlangsung sekitar 15-30 menit. Aura mungkin terjadi sebelum atau setelah nyeri kepala terjadi, dan terkadang nyeri kepala dan aura saling tumpang tindih atau terjadinya secara bersamaan, atau tanpa terjadinya nyeri kepala sama sekali. Nyeri kepala migren klasik mungkin terjadi pada satu atau kedua sisi kepala.
  • Migrain umum (common migrain) tidak diawali dengan terjadinya aura. Migrain umum mungkin dimulai lebih lambat dari migrain klasik, berakhir lebih lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri pada common migrain mungkin hanya terjadi pada satu sisi kepala.

Amati Tanda dan gejala gangguan saluran cerna karena alergi dan hipersensitif makanan (Gastrointestinal Hipersensitivity)

  1. Mudah MUNTAH atau  MUAL terutama pagi hari.
  2. Sering Buang Air Besar (BAB)  3 kali/hari atau lebih, sulit BAB sering ngeden kesakitan saat BAB (obstipasi). Kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, warna hitam, hijau dan bau tajam. sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT
  3. Nyeri gigi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.
 
MANIFESTASI KLINIS YANG SERING MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN
  • SALURAN NAPAS DAN HIDUNG : Batuk / pilek lama (>2 minggu), ASMA, bersin, hidung buntu, terutama malam dan pagi hari. MIMISAN, suara serak, SINUSITIS, sering menarik napas dalam.
  • SALURAN CERNA : Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari. Sering Buang Air Besar (BAB)  3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT.
  • GIGI DAN MULUT : Nyeri gigi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.
  • PEMBULUH DARAH Vaskulitis (pembuluh darah kecil pecah) : sering LEBAM KEBIRUAN pada tulang kering kaki atau pipi atas seperti bekas terbentur. Berdebar-debar, mudah pingsan, tekanan darah rendah.
  • OTOT DAN TULANG : nyeri kaki atau kadang  tangan, sering minta dipijat terutama saat malam hari. Kadang nyeri dada
  • SALURAN KENCING : Sering minta kencing, BED WETTING (semalam  ngompol 2-3 kali)
  • MATA : Mata gatal, timbul bintil di kelopak mata (hordeolum). Kulit hitam di area bawah kelopak mata. memakai kaca mata (silindris) sejak usia 6-12 tahun.
  • HORMONAL : rambut berlebihan di kaki atau tangan, keputihan, gangguan pertumbuhan tinggi badan.
  • Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam/ac). Keringat  berbau.
  • FATIQUE :  mudah lelah, sering minta gendong
 
GANGGUAN PERILAKU YANG SERING MENYERTAI PENDERITA ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN PADA ANAK
  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam & EEG normal).
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Mata bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang, membentur benturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.
  • AGRESIF MENINGKAT sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)
  • GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu  tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK TAMPAK CERDAS
  • EMOSI TINGGI (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, negatifisme
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”. 
  • GANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (mudah silau), perabaan telapak kaki dan tangan sensitif  (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan bianatang berbulu)
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : TERLAMBAT BICARA, bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH, tidak bisa  makan makanan berserat (daging sapi, sayur, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.
  • IMPULSIF : banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain
  • AUTIS dan ADHD (Alergi dan hipersensititas makanan bukan penyebab Autis atau ADHD tetapi hanya memperberat gejalanya)
KOMPLIKASI  SERING MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN
  • Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali)
  • Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR) hindari operasi amandel yang tidak perlu  atau mengalami Infeksi Telinga
  • Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT TERLALU SERING. 
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING.  Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan 
  • SERING TERJADI OVERDIAGNOSIS TBC  (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”)  KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAK BILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA  
  • MAKAN BERLEBIHAN KEGEMUKAN atau OBESITAS
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN
 
Bila tanda dan gejala  Sakit Kepala atau  Migren tersebut disertai beberapa tanda, gejala atau komplikasi alergi dan hipersensitifitas makanan (terutama Gangguan saluran cerna)  maka sangat mungkin Sakit Kepala atau  Migren disebabkan karena alergi atau hipersenitifitas makanan.
Penyebab lain yang memperberat  Sakit Kepala atau  Migren adalah saat  terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek atau muntah dan infeksi lainnya 
  
Memastikan Diagnosis
  • Diagnosis Berbagai Sakit Kepala atau  Migren yang disebabkan  alergi atau hipersensitif makanan dibuat bukan dengan tes alergi tetapi berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat penyakit penderita) dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi dan dengan eliminasi dan provokasi.
  • Untuk memastikan makanan penyebab alergi dan hipersensitifitas makanan harus menggunakan Provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit.
  • Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy clinic Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana”. Bila setelah dilakukan eliminasi beberapa penyebab alergi makanan selama 3 minggu didapatkan perbaikan dalam gangguan muntah tersebut, maka dapat dipastikan penyebabnya adalah alergi makanan.
  • Pemeriksaan standar yang dipakai oleh para ahli alergi untuk mengetahui penyebab alergi adalah dengan tes kulit. Tes kulit ini bisa terdari tes gores, tes tusuk atau tes suntik. PEMERIKSAAN INI HANYA MEMASTIKAN ADANYA ALERGI ATAU TIDAK, BUKAN UNTUK MEMASTIKAN PENYEBAB ALERGI. Pemeriksaan ini mempunyai sensitifitas yang cukup baik, tetapi sayangnya spesifitasnya rendah. Sehingga seringkali terdapat false negatif, artinya hasil negatif belum tentu bukan penyebab alergi. Karena hal inilah maka sebaiknya tidak membolehkan makan makanan penyebab alergi hanya berdasarkan tes kulit ini.  
  • Dalam waktu terakhir ini sering dipakai alat diagnosis yang masih sangat kontroversial atau ”unproven diagnosis”. Terdapat berbagai pemeriksaan dan tes untuk mengetahui penyebab alergi dengan akurasi yang sangat bervariasi. Secara ilmiah pemeriksaan ini masih tidak terbukti baik sebagai alat diagnosis. Pada umumnya pemeriksaan tersebut mempunyai spesifitas dan sensitifitas yang sangat rendah. Bahkan beberapa organisasi profesi alergi dunia tidak merekomendasikan penggunaan alat tersebut. Yang menjadi perhatian oraganisasi profesi tersebut bukan hanya karena masalah mahalnya harga alat diagnostik tersebut tetapi ternyata juga sering menyesatkan penderita alergi yang sering memperberat permasalahan alergi yang ada
  • Namun pemeriksaan ini masih banyak dipakai oleh praktisi kesehatan atau dokter. Di bidang kedokteran pemeriksaan tersebut belum terbukti secara klinis sebagai alat diagnosis karena sensitifitas dan spesifitasnya tidak terlalu baik. Beberapa pemeriksaan diagnosis yang kontroversial tersebut adalah Applied Kinesiology, VEGA Testing (Electrodermal Test, BIORESONANSI), Hair Analysis Testing in Allergy, Auriculo-cardiac reflex, Provocation-Neutralisation Tests, Nampudripad’s Allergy Elimination Technique (NAET), Beware of anecdotal and unsubstantiated allergy tests.

 PENATALAKSANAAN 

  • Penanganan Berbagai Gangguan Sakit Kepala atau  Migren  karena alergi dan hipersensitifitas makanan  haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut.    
  • Penghindaran makanan penyebab alergi harus dicermati secara benar, karena beresiko untuk terjadi gangguan gizi. Sehingga orang tua penderita harus diberitahu tentang makanan pengganti yang tak kalah kandungan gizinya dibandingklan dengan makanan penyebab alergi. Penghindaran terhadap susu sapi dapat diganti dengan susu soya, formula hidrolisat kasein atau hidrolisat whey., meskipun anak alergi terhadap susu sapi 30% diantaranya alergi terhadap susu soya. Sayur dapat dipakai sebagai pengganti buah. Tahu, tempe, daging sapi atau daging kambing dapat dipakai sebagai pengganti telur, ayam atau ikan. Pemberian makanan jadi atau di rumah makan harus dibiasakan mengetahui kandungan isi makanan atau membaca label makanan.  
  • Obat-obatan simtomatis seperti nalgetik atau pereda  sakit kepala, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara bahkan dalam keadaan tertentu seringkali tidak bermanfaat, umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih menjadi kontroversi hingga sekarang.  

Obat

  • Pengobatan berbagai Gangguan Sakit Kepala atau  Migren karena alergi dan hipersensitifitas makanan yang baik adalah dengan menanggulangi penyebabnya.
  • Bila tanda dan gejala  Sakit Kepala atau  Migren disebabkan karena gangguan alergi dan hipersensitifitas makanan, penanganan terbaik adalah menunda atau menghindari makanan sebagai penyebab tersebut.    
  • Konsumsi obat-obatan Gangguan Sakit Kepala atau  Migren  hanya bersifat sementara, keluhan akan hilang timbul terus selama penyebab utama  alergi dan hipersensitifitas makanan tidak diperbaiki.

DAFTAR PUSTAKA        

  •   Judarwanto W. Dietery Intervention as a therapy for Headache in Children with Gastrointestinal Allergy”; dipresentasikan pada “8th Asian & Oceanian Congress of Child Neurology, Newdelhi India”, 7 – 10 Oktober, 2004.
  • Crawford P, Simmons M, Hoock J. J Fam Pract. 2006 Jan;55(1):62-3, 66. No abstract available. leson J. The International Classification of Headache disorders. Cephalalgia 2004;24 (suppl):9–160.
  • Winner P, Martinez W, Mate L, et al. Classification of pediatric migraine: proposed revisions to the IHS criteria. Headache 1995;35:407–410. 
  • Hockaday JM, Barlow CF. Headache in children. In: Olesen J, Tfelt-Hansen P, Welch KMA, eds. The headaches. New York: Raven Press, 1993:795–808.
  • Bille B. Migraine in schoolchildren. Acta Paediatr 1962;51(suppl 136):1–151.
  • Goldstein M, Chen TC. The epidemiology of disabling headache. Adv Neurol 1982;33:377–390. 
  • Abu-Arefeh I, Russell G. Prevalence of headache and migraine in schoolchildren. BMJ 1994;309:765–769. 
  • Ueberall M. Sumatriptan in paediatric and adolescent migraine. Cephalalgia 2001;21(suppl 1):21–24.
  • Evers S. Drug treatment of migraine in children. A comparative review. Paediatr Drugs 1999;1:7–18.  [PubMed]
  • Migraine. In: Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB, eds. Nelson textbook of pediatrics. 16th ed. Philadelphia: Saunders, 2000:1832–1834.
  • Amery WK, Vandenbergh V. What can precipitating factors teach us about the pathogenesis of migraine? Headache 1987;27:146–150.  [PubMed]
  • Blau JN, Thavapalan M. Preventing migraine: a study of precipitating factors. Headache 1988;28:481–483.  [PubMed]
  • Pearce JMS. Migraine. In: Weatherall DJ, Ledingham JGG, Warrell DA, eds. Oxford textbook of medicine. Oxford: Oxford University Press, 1996:4024–4026.
  • Bille B. A 40-year follow-up of school children with migraine. Cephalalgia 1997;17:488–491.  [PubMed]
  • Silver S, Gano D, Gerretsen P. Acute treatment of paediatric migraine: a meta-analysis of efficacy. J Paediatr Child Health 2008;44:3–9.  [PubMed]
  • Damen L, Bruijn JKJ, Verhagen AP, et al. Symptomatic treatment of migraine in children: a systematic review of medication trials. Pediatrics 2005;116:e295–e302.  [PubMed]
  • Verhagen A, Damen L, Bruijn J, et al. Effectiveness of interventions in children with migraine. Huisarts en Wetenschap 2006;49:123–129.
  • Lewis D, Ashwal S, Hershey A, et al. Practice Parameter: pharmacological treatment of migraine headache in children and adolescents: Report of the American Academy of Neurology Quality Standards Subcommittee and the Practice Committee of the Child Neurology Society. Neurology 2004;63:2215–2224.
  • Hämäläinen ML, Hoppu K, Valkeila E, et al. Ibuprofen or acetaminophen for the acute treatment of migraine in children. A double-blind, randomized, placebo-controlled crossover study. Neurology 1997;48:103–107.
  • Ryan S. Medicines for migraine. Arch Dis Child Edu Prac 2007;92:ep50–ep55.
  • Evers S, Rahmann A, Kraemer C, et al. Treatment of childhood migraine attacks with oral zolmitriptan and ibuprofen. Neurology 2006;67:497–499.  [PubMed]
  • Winner P, Lewis D, Visser WH, et al. Rizatriptan 5 mg for the acute treatment of migraine in adolescents: a randomized, double-blind, placebo-controlled study. Headache 2002;42:49–55.  [PubMed]
  • Ahonen K, Hamalainen ML, Eerola M, et al. A randomized trial of rizatriptan in migraine attacks in children. Neurology 2006;67:1135–1140.  [PubMed]
  • Rothner AD, Wasiewski W, Winner P, et al. Zolmitriptan oral tablet in migraine treatment: high placebo responses in adolescents. Headache 2006;46:101–109.
  • Lewis DW, Winner P, Hershey AD, et al. Efficacy of zolmitriptan nasal spray in adolescent migraine. Pediatrics 2007;120:390–396.  [PubMed]
  • Winner P, Linder SL, Lipton RB, et al. Eletriptan for the acute treatment of migraine in adolescents: results of a double-blind, placebo-controlled trial. Headache 2007;47:511–518.  [PubMed]
  • Winner P, Rothner AD, Saper J, et al. A randomized, double-blind, placebo-controlled study of sumatriptan nasal spray in the treatment of acute migraine in adolescents. Pediatrics 2000;106:989–997.  [PubMed]
  • Ahonen K, Hämäläinen ML, Rantala H, et al. Nasal sumatriptan is effective in treatment of migraine attacks in children. A randomized trial. Neurology 2004;62:883–887.
  • Eiland LS, Jenkins LS, Durham SH, et al. Pediatric migraine: pharmacologic agents for prophylaxis. Ann Pharmacother 2007;41:1181–1190.
  • Damen L, Bruijn J, Verhagen AP, et al. Prophylactic treatment of migraine in children. Part 2. A systematic review of pharmacological trials. Cephalalgia 2006;26:497–505.  [PubMed]
  • Victor S, Ryan SW. Drugs for preventing migraine headaches in children. In: The Cochrane Library, Issue 2, 2008. Chichester: John Wiley & Sons Ltd. Search date 2002.
  • Ludviggson J. Propranolol used in prophylaxis of migraine in children. Acta Neurol Scand 1974;50:109–115.  [PubMed]
  • Forsythe WI, Gillies D, Sills MA. Propranolol (“Inderal”) in the treatment of childhood migraine. Dev Med Child Neurol 1984;26:737–741.  [PubMed]
  • Olness K, MacDonald JT, Uden DL. Comparison of self-hypnosis and propranolol in the treatment of juvenile classic migraine. Pediatrics 1987;79:593–597.  [PubMed]
  • Noronha MJ. Double-blind randomised cross-over trial of timolol in migraine prophylaxis in children. Cephalalgia 1985;5:174–175.
  • Gillies D, Sills M, Forsythe I. Pizotifen (Sanomigran) in childhood migraine. A double-blind controlled trial. Eur Neurol 1986;25:32–35.  [PubMed]
  • Salmon MA. Pizotifen (BC.105. Sanomigran) in the prophylaxis of childhood migraine [abstract]. Cephalalgia 1985;5(suppl 3):178.
  • Vollono C, Ferraro D, Valeriani M. Antiepileptic drugs in the preventive treatment of migraine in children and adolescents. Drug Development Research 2007;68:355–359.
  • Winner P, Pearlman EM, Linder SL, et al. Topiramate for migraine prevention in children: a randomized, double-blind, placebo-controlled trial. Headache 2005;45:1304–1312.  [PubMed]
  • Lakshmi CV, Singhi P, Malhi P, et al. Topiramate in the prophylaxis of pediatric migraine: a double-blind placebo-controlled trial. J Child Neurol 2007;22:829–835.  [PubMed]
  • Damen L, Bruijn J, Koes BW, et al. Prophylactic treatment of migraine in children. Part 1. A systematic review of non-pharmacological trials. Cephalalgia 2006;26:373–383.  [PubMed]
  • Egger J, Carter CM, Wilson J, et al. Is migraine food allergy? A double-blind controlled trial of oligoantigenic diet treatment. Lancet 1983;2:865–869.
  • Harel Z, Gascon G, Riggs S, et al. Supplementation with omega-3 polyunsaturated fatty acids in the management of recurrent migraines in adolescents. Journal J Adolesc Health 2002;31:154–161.
  • Salfield SAW, Wardley BL, Houlsby WT, et al. Controlled study of exclusion of dietary vasoactive amines in migraine. Arch Dis Child 1987;62:458–460.  [PubMed]
  • Guariso G, Bertoli S, Cernetti R, et al. Migraine and food intolerance: a controlled study in pediatric patients. Pediatria Medica e Chirurgica 1993;15:57–61.
  • Labbe EL, Williamson DA. Treatment of childhood migraine using autogenic feedback training. J Consult Clin Psychol 1984;52:968–976.  [PubMed]
  • Richter IL, McGrath PJ, Humphreys PJ, et al. Cognitive and relaxation treatment of paediatric migraine. Pain 1986;25:195–203.
  • McGrath PJ, Humphreys P, Goodman JT, et al. Relaxation prophylaxis for childhood migraine: a randomized placebo-controlled trial. Dev Med Child Neurol 1988;30:626–631.  [PubMed]
  • Labbe EE. Treatment of childhood migraine with autogenic training and skin temperature biofeedback: a component analysis. Headache 1995;35:10–13.
  • McGrath PJ, Humphreys P, Keene D, et al. The efficacy of a self-administered treatment for adolescent migraine. Pain 1992;49:321–324.  [PubMed]

 

Artikel Terkait lainnya :

Berbagai kumpulan Artikel Alergi

Supported by

CHILDREN ALLERGY CENTER. Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan hilir Jakarta Pusat Indonesia  10210

Phone : (021) 70081995 – 5703646  www.childrenallergyclinic.wordpress.com/

 Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician  email : judarwanto@gmail.com,

 

 

 

 

 

                                                                                                            

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. 

 

 

 

Copyright © 2010, Children Allergy Center Information Education Network. All rights reserved


Responses

  1. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  2. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  3. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  4. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  5. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  6. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  7. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  8. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  9. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  10. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  11. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  12. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  13. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]

  14. […] Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ? […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: